Penggerak Pendidikan Diharapkan Lakukan Inovasi

19/5/2016 19:59
Penggerak Pendidikan Diharapkan Lakukan Inovasi
(ANTARA)

PARA penggerak pendidikan baik formal maupun nonformal diharapkan senantiasa melakukan inovasi dalam menyalurkan layanan pendidikan yang bermutu, berkarakter dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang saat ini memasuki era digitalisasi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat menjadi keynote speaker dalam talkshow bertema Optimalisasi Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Bidang Pendidikan yang digelar PT Astra International Tbk di Jakarta, Kamis (19/5).

“Guru harus menjadi inspirasi untuk para penerus bangsa, bukan hanya sekadar pekerjaan,” ungkap Menteri Nasir.

Ia mencontohkan apa yang telah dilakukan Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) yang memiliki program komprehensif dan dosen-dosen yang merupakan praktisi di bidangnya.

"Terima kasih untuk Astra, karena dana CSRnya dialokasikan untuk bidang pendidikan. Mudah-mudahan ini adalah investasi yang dilakukan Astra untuk membangun Indonesia,” tambahnya.

Di sisi lain, Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk Riza Deliansyah, mengatakan talkshow yang digelar diharapkan bisa meningkatkan jejaring para penggerak pendidikan di Indonesia untuk bertukar informasi dan ilmu. "Acara tersebut hjuga diharapkan bisa memotivasi kita semua untuk terus berjuang meningkatkan mutu pendidikan dalam mencetak generasi mendatang yang lebih baik,” ujar Riza Deliansyah.

Talkshow yang digelar merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional sekaligus menutup gerakan sosial “Guruku Inspirasiku” yang dilaksanakan sejak 23 Maret-18 Mei 2016 oleh PT Astra International Tbk.

Selain talkshow, ada juga penyerahan secara simbolis lebih dari 22.000 paket beasiswa dari Astra untuk anak-anak Indonesia jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi senilai lebih Rp27 miliar untuk tahun ajaran 2016/2017 yang diserahkan oleh Menteri Nasir didampingi Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas. Juga secara simbolis diserahkan bantuan sepatu/tas sekolah untuk anak-anak di daerah prasejahtera.

Menteri Nasir juga mengunjungi fasilitas pendidikan Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra). Kunjungan ini sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“Pendidikan vokasi mampu menyiapkan tenaga kerja berketerampilan tinggi yang siap pakai karena porsi pembelajaran didedikasikan untuk praktek sebesar 65%, dan juga 43% tenaga pendidik Polman Astra merupakan profesional dari industri Astra. Praktek ini diberikan bukan hanya di laboratorium atau workshop Polman Astra, tetapi juga di industri. Ini mirip dengan praktek pendidikan vokasi yang ada di negara-negara maju seperti Jerman, Swiss, dan Jepang,” ujar Direktur Politeknik Manufaktur Astra Tony Harley Silalahi.

Polman Astra sejak tahun 1995 meluluskan 2.718 mahasiswa D3. Sebanyak 507 mahasiswa dari 21 provinsi di seluruh Indonesia menerima beasiswa Astra. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya