Rekonsiliasi Korban 65 Harus Terus Berjalan

Furqon Ulya Himawan
19/5/2016 19:14
Rekonsiliasi Korban 65 Harus Terus Berjalan
(Istimewa)

REKONSILIASI nasional korban 65 harus terus dilakukan dan pemerintah mesti memfasilitasinya agar keadilan bagi seluruh rakyat seperti yang teerkandung dalam nilai-nilai pancasila bisa terwujud. Hal itu dikatakan Ahmad Murtajib, Direktur Syarikat Indonesia, Kamis (19/5).

Menurut Murtajib, momen Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi nasional karena sekaligus untuk meneguhkan kembali kebangkita nasional dan meutus mata rantai kekerasan.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei bukan hanya ritus tahunan belaka, tapi menjadi momentum untuk bangkitnya kembali cita-cita kebangsaan sebagaimana amanat para pendiri Republik Indonesia,” kata Murtajib, dalam jumpa pers menyambut peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam jumpa pers itu, Syarikat Indonesia menyatakan 3 hal, pertama; menegaskan bahwa Pancasila 1 Juni merupakan filsafat dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencita-citakan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Generasi bangsa hari ini sudah seharusnya memutus mata rantai nilai dan tradisi kekerasan politik dan politik kekerasan yang telah diwariskan. Jadi jangan sampai generasi muda hari ini mewarisi itu semua,” kata Murtajib.

Kedua, Syarikat Indonesia mendesak kepada penyelenggara Negara untuk memfasilitasi rekonsiliasi nasional untuk menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM berat masa lalu. Dan ketiga; Syarikat Indonesia mengajak semua komponen bangsa berpikir jernih dengan hati yang ikhlas untuk bersama membangkitkan kembali cita-cita Pancasila yakni terbangunnya sebuah negeri yang adil makmur dan beradab.

"Membangun negeri yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur, gemah ripah loh jinawi toto tentrem raharjo adil makmur dan beradab," kata Murtajib.

Syarikat Indonesia, lanjut Murtajib, berharap momentum hari Kebangkitan Nasional, seluruh rakyat Indonesia bisa memulai kembali bahwa pancasila mesti diletakkan sebagaimana yang dicita-citakan.

“Tidak boleh ada kelompok yang mengatasnamakan pancasila kemudian menafikan yang lain. Nilai-nilainya harus dijaga tinggi,” imbuhnya.

Meski banyak pihak yang menganggap tidak perlu melakukan rekonsiliasi korban 65, karena dianggap sudah selesai. Namun menurut Murtajib justru reskonsilasi belum selesai. Indikasinya adalah masih banyaknya teror dan pelarangan terhadap buku.

“Kalau sudah selesai, tidak ada lagi larangn buku, tidak ada orang yang menebar teror dan ketakutan. Tapi kejadian itu masih ada dan itu artinya rekonsilasi belum selesai,” terang Murtajib.

Diana Kamila, staf Syarikat Indonesia yang juga peneliti menyatakan, masih berlangsungnya stigma negatif terhadap keluarga korban 56. Hal itu dibuktikan masih adanya pendataan terhadap keluarga korban 65. “Di KTP ditiadakan, tapi data mereka terus diupdate dan disimpan di sampul day,” kata Diana.

Dengan berbagai temuan dan data yang dimiliki Syarikat Indonesia, dalam peringatan Hari Kebangkitan Pancasila nantinya, Murtjib berharap rekonsiliasi nasional harus berjalan terus, penegakan nilai-nilai Pancasila, dan semua orang bisa berpikir jernih sehingga terwujud keadilan dan bangsa yang adil dan beradab.

“Jangan hanya seremoni, tapi kongkritkan dengan menjalankan rekonsiliasi nasional, menegakkan pancasila,” tegas Murtajib. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya