Rp1 Triliun untuk 4.700 TKI Kompeten

Tlc/H-5
18/6/2015 00:00
Rp1 Triliun untuk 4.700 TKI Kompeten
(ANTARA/EMBONG SALAMPESSY)
PEMERINTAH bersama dengan Tahir Foundation selaku penyandang dana menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun untuk proyek pelatihan tenaga kerja Indonesia (TKI) selama lima tahun.

Proyek pelatihan itu bermateri, antara lain, pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin, pengenalan budaya setempat, pelatihan keperawatan, pelatihan dasar bisnis, dan pengembangan karakter.

"Dengan bekal yang diberikan, mereka akan menjadi TKI kompeten," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA) Yohana Yembise ketika meninjau seleksi program Wanita Indonesia Hebat (WIH), di Gedung Baileu Siwalima, Karang Panjang, Ambon, Maluku, kemarin.

Dia mengungkapkan pemerintah, dalam hal ini KPP dan PA, menyiapkan sekitar 4.700 TKI kompeten untuk dikirim ke Hong Kong, Malaysia, Dubai, Singapura, Taiwan, dan Australia.

Program WIH merupakan jawaban atas kebijakan pemerintah yang tidak lagi mengirimkan TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ke negara-negara di Timur Tengah dengan alasan masih maraknya pelanggaran norma ketenagakerjaan, penganiayaan, ataupun perdagangan manusia di sana.

Oleh karena itu, pihaknya ingin pengiriman TKI disertai dengan kompetensi.

"Sebelum berangkat, mereka diberi bekal ketrampilan terlebih dahulu. Dengan demikian, mereka akan menjadi TKI berkeahlian yang memiliki nilai tawar lebih di luar negeri."

Dia juga menjelaskan mereka yang lulus seleksi akan diberi pembinaan gratis selama enam bulan.

Pada kesempatan serupa, Kepala Humas Tahir Foundation Levie Lantu menjelaskan karena yang disasar ialah TKI kompeten, yang boleh ikut seleksi WIH minimal lulusan SMA atau yang sederajat.

Sementara itu, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyesalkan hanya 400 peserta yang ikut seleksi WIH, padahal ada 700 pendaftar.

"Ini kesempatan emas untuk menambah peluang kerja. Ke depan sosialisasi harus lebih digencarkan lagi," harap dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya