El Nino Moderat akan Melanda Indonesia

Richaldo Y Hariandja
18/6/2015 00:00
El Nino Moderat akan Melanda Indonesia
(AFP/JUNI KRISWANTO)
FENOMENA iklim El Nino moderat diprediksi akan melanda Indonesia pada Juli hingga November tahun ini.

Dampaknya, sejumlah daerah diperkirakan akan mengalami kemarau panjang.

"El Nino akan berdampak pada musim kemarau panjang di sejumlah daerah. Bagian barat Kalimantan, bagian selatan dan utara Sumatra akan mengalami cuaca yang sangat kering," terang Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Yunus Subagyo Swarinoto, di Jakarta, kemarin.

Yunus yang memberi paparan di depan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta Menteri Kelautan dan Perikanan menjelaskan, meski El Nino tahun ini lebih kuat daripada tahun lalu, dampaknya tidak akan separah tahun 1997.

Saat itu, El Nino yang kuat menyebabkan anomali cuaca yang ekstrem dengan kenaikan suhu lebih dari 2 derajat celsius dan menyebabkan kemarau berkepanjangan.

Adapun El Nino tahun ini diperkirakan akan menyebabkan kenaikan suhu 1-2 derajat celsius.

"Pada 1997, indikator suhu laut menunjukkan warna biru pada Mei. Namun, tahun ini laut di bagian barat dan selatan masih normal. Jadi bisa saja terjadi El Nino kuat, tapi sepertinya masih jauh dari hal tersebut," terangnya.

Lebih lanjut ia menerangkan El Nino terjadi karena meningkatnya suhu laut di Samudra Pasifik di sekitar ekuator.

Fenomena itu memiliki dampak yang berbeda di tiap daerah, tergantung pada tingkat kelembapan dan keberadaan uap air yang tersisa.

"Diperkirakan juga akan terjadi dipole mode positif atau pengurangan curah hujan meskipun tidak signifikan."

Yunus menambahkan El Nino juga berpotensi meningkatkan kasus penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah dengue dan malaria, sebab kenaikan suhu membuat nyamuk makin cepat berkembang biak.

Pada kesempatan sama, Deputi Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Orbita Roswinitarti menyatakan pada Juni hingga September tahun ini, curah hujan akan turun di bawah normal.

Curah hujan akan kembali meningkat pada Oktober hingga Desember.

"Kalau dilihat dari suhu udara, angin, curah hujan, dan kelembapan, Jawa bisa dibilang terkena cuaca ekstrem."

Kalimantan, lanjutnya, akan terkena kekeringan pada Juli hingga November.

Kondisi itu mengkhawatirkan mengingat kebakaran hutan dan lahan selalu terjadi tiap tahun pada periode itu.

Antisipasi kebakaran
Dalam mengantisipasi tantangan cuaca yang ditimbulkan El Nino itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyatakan pihaknya membangun kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan dan Aceh.

Karena itu, tindakan preventif yang selama ini dilakukan di wilayah langganan kebakaran hutan seperti Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah juga akan diberlakukan di dua provinsi itu.

"Kami melakukan pencegahan dengan melibatkan publik dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)."

Siti menambahkan selama ini kebakaran hutan dan lahan bukan disebabkan faktor cuaca, melainkan karena ulah manusia.

Untuk itu, patroli rutin akan terus dilakukan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya