Anang Iskandar Pamit Pulang

18/5/2016 16:58
Anang Iskandar Pamit Pulang
(ANTARA)

PENSIUN adalah kepastian bagi setiap aparatur negara. Tapi bukan pergantian status yang menjadi persoalan. Maksimalisasi waktu kerja dan kinerja justru menjadi pencapaian.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komjen Anang Iskandar menyampaikan hal itu usai gelaran acara internal di Bareskrim Polri, Rabu (18/5). Menurut Anang, apa yang sudah dilakukan oleh seluruh jajaran Bareskrim Polri sejak dirinya menjabat pada 3 September 2016 lalu, menunjukkan grafik kerja dan kinerja yang justru menanjak.

Meski ia sendiri juga tidak menutup mata bahwa ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. “Memang tak ada gading yang tak retak. Tapi bukan bagian yang retak itu yang menjadi fokusnya. Justru bagian yang masih mulus, sudah sepatutnya menjadi penilaiannya,” ungkap Anang.

Berdasarkan data, beberapa kasus sudah berhasil terungkap oleh Bareskrim Polri. Mulai dari kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang, tindak pidana perdagangan orang dan satwa liar, kejahatan dunia maya, pemalsuan yang merugikan daya saing produk nasional hingga persoalan narkotika.

Selain itu juga beberapa kebijakan telah dilakukan mulai dari mengawal pembangunan dari 225 proyek nasional; optimalisasi pajak hingga dana desa. Secara eksternal, kerja sama lintas instansi dan negara juga sudah berhasil terjalin erat.

Sebut saja kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia dan Kepolisian Federal Amerika untuk menghalau sindikat perdagangan manusia, kerja sama menciptakan keamanan di perbatasan antar negara kawasan ASEAN hingga kerja sama menghalau kejahatan lintas negara dengan banyak negara.

“Pencapaian itu justru hadir karena kerja dan kinerja dari anak buah saya. Tanpa mereka, pastinya saya tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Anang.

Terkait dengan masa pensiunnya yang hanya tinggal menunggu Telegram Rahasia (TR) dari Kapolri, Anang justru bertambah semangat di sisa waktunya itu dengan melakukan perbaikan di internal Bareskrim Polri.

“Menggenjot terciptanya penyidik profesional dan bersertifikasi merupakan tugas saya di sisa masa kerja. Semuanya karena masyarakat sudah begitu merindukan perlindungan, pelayanan dan pengayoman dari aparat kita,” kata Anang.

Selain itu, anak tukang cukur dari Mojokerto ini juga menitipkan pesan kepada seluruh jajaran dan penggantinya nanti agar membantu dan mendukung penuh kebijakan dan implementasi Kepala Badan Reserse dan Kriminal yang baru. Serta meletakkan kembali nurani dengan fokus menyejahterakan masyarakat.

“Tugas kita yang belum selesai adalah melakukan penegakan hukum dengan tujuan menyejahterakan masyarakat sesuai dengan tugas kita sebagai aparat negara.

Hal tersebut harus tetap dilakukan dengan cara memberikan keteladanan, melayani anak buah, menjadi konsultan yang solutif bagi anak buah, menjadi quality insurance, dan anti korupsi. Jangan sampai kunci kepercayaan yang sudah diserahkan oleh masyarakat, justru terpatahkan sehingga mengakibatkan tidak bisa pulang,” tutup Anang. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya