Menyucikan Diri sebelum Berpuasa

Putri Rosmalia Octaviyani
18/6/2015 00:00
Menyucikan Diri sebelum Berpuasa
(ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO)
SEJUMLAH daerah memiliki tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Dia antaranya ialah menyucikan diri dengan mandi di sumber air, kali, sungai, ataupun kolam renang.

Ada juga yang menyelenggarakan pawai keliling kota.

Menyucikan diri di Tanah Jawa menyambut Ramadan disebut padusan.

Tradisi padusan, antara lain terlihat di Kolam Renang Tirtomoyo, Manahan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin.

Warga sekitar memadati tiga kolam renang di Tirtomoyo Manahan tersebut. Kebanyakan di antara mereka adalah remaja.

Mereka mandi bersama membersihkan diri sebelum menjalankan puasa pada Ramadan 1436 Hijriyah.

"Padusan atau mandi bersama ini sudah menjadi tradisi orang Jawa muslim untuk membersihkan diri sebelum menjalankan puasa satu bulan penuh," kata Wati, 20, warga Kerten Solo.

Menurut Wati, dirinya bersama teman-temannya melakukan padusan di Kolam Renang Tirtomoyo karena bersamaan dengan liburan sekolah.

Tradisi padusan dilaksanakan setiap tahun oleh umat muslim di sejumlah daerah di Pulau Jawa ketika menjelang Ramadan.

Kepala Unit Kolam Renang Tirtomoyo, Perusahaan Daerah Air Minum, Kota Surakarta, Ratmoko mengatakan ada peningkatan pengunjung di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan saat padusan.

Jumlah pengunjung di kolam renang tersebut hingga pukul 13.00 WIB, kemarin, mencapai 800 orang.

Pengunjung pada hari-hari biasa rata-rata sekitar 100 hingga 200 orang per hari.

"Kami memprediksi pengunjung padusan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena, selain ibadah puasa dilaksanakan secara bersamaan, juga bertepatan libur sekolah setelah penerimaan rapor," katanya.

Menurut dia, pengunjung di Tirtomoyo pada padusan 2014 sekitar 1.000 orang, tahun ini ditargetkan menjadi 1.100 orang.

Ia menjelaskan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menambah petugas keamanan, dari Polri maupun TNI dan tim SAR.

"Kami, pada hari-hari biasa, petugas SAR menggunakan sistem sif. Namun, pelaksanaan padusan ini dilakukan sehari penuh."

Saat menyinggung soal tiket masuk kolam renang pada acara padusan,

Ratmoko menjelaskan harganya berbeda dari yang dibandrol pada hari biasa maupun weekend, yakni Rp12 ribu per orang.

Pada hari biasa maupun weekend harga tiket masuk Rp10 ribu per orang.

Gelar pawai
Berbeda dengan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Tradisi menyambut Ramadan di kota ini digelar dengan pawai taaruf keliling kota.

Pawai yang dikoordinasi organisasi massa (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diikuti ribuan umat Islam.

Di sepanjang jalan, peserta pawai membagikan selebaran berupa jadwal puasa.

Selain itu, mereka juga menyerukan kepada umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa secara tulus dan ikhlas sehinga bisa memperoleh pahala.

Pada selebaran yang dibuat juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, HTI juga menyerukan kepada umat Islam agar lebih giat dan bersemangat dalam menegakkan syariah dan khilafah di muka Bumi.

"Islam sebagai pembawa ajaran rahmatan lil alamin bisa berjalan sesuai petunjuk Allah bila syariah Islam ditegakkan dalam khilafah."

Selain menyerukan puasa, ribuan umat Islam yang membawa berbagai spanduk dan poster juga meminta pemerintah untuk menutup tempat-tempat maksiat seperti tempat hiburan malam dan panti pijat. (Ant/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya