UBL Jadi Tuan Rumah Studi Banding PU Tasikmalaya

17/5/2016 21:17
UBL Jadi Tuan Rumah Studi Banding PU Tasikmalaya
(Istimewa)

KEMITRAAN berkelanjutan antara Universitas Budi Luhur (UBL) dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) serta relawan masyarakat, menghasilkan banyak kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan, terutama dalam penanganan permukiman kumuh dan daur ulang sampah.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, fokus untuk mewujudkan permukiman yang layak huni, sehingga mulai 2016 sampai dengan 2019 pemerintah meluncurkan program ‘Kota tanpa Kumuh (Kotaku)’. Targetnya, tercapai 0 hektare kumuh tanpa menggusur. Program ini akan di laksanakan secara nasional di 269 kota/ kabupaten di 34 provinsi.

Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh UBL bidang Pengabdian Masyarakat sejak 2013, telah berhasil mengentaskan permukiman kumuh melalui program-program plesterisasi, jambanisasi, penyediaan air bersih, dan bedah rumah. Kegiatan itu tersebar di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Semua kegiatan dilaksanakan dengan konsep cerdas berbudi luhur, yaitu melaksanakan kemitraan dengan KSM dan relawan masyarakat di lokasi binaan, serta melibatkan dosen-dosen dalam pemberdayaan masyarakat mengatasi permukiman kumuh dan sampah.

Wakil Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UBL, Putri Suryandari ST, MArs, mengatakan, “Mengatasi permukiman kumuh tidak perlu muluk-muluk. Lingkungan kumuh akan langsung terlihat dari kebersihan dan kesehatan rumahnya. Rumah tanpa ubin, pasti terlihat kumuh. Rumah tanpa jamban, pasti akan membuat lingkungan tidak sehat. Selain itu sampah yang berserakan, akan semakin memperburuk lingkungan.”

Untuk itu, lanjut Putri, masyarakat perlu diedukasi dengan memberi contoh dan umpan, agar mereka dapat mempraktikkan apa yang sudah diajarkan. Memberi contoh sanitasi yang sehat, tentu dengan membuatkan sarana mandi cuci kakus (MCK) yang sehat. Memberi umpan terhadap kebersihan lingkungan juga, kata dia, harus dengan memberi pelatihan pengolahan sampah yang baik.

“Menggerakkan masyarakat juga tidak mudah. Harus ada campur tangan dari masyarakat serta relawan yang peduli, serta didukung kegiatan yang berkelanjutan. Untuk itu dibutuhkan kemitraan agar hasilnya bisa sesuai dengan yang kita harapkan,” terang Putri dalam keterangan tertulis, Senin (16/6).

Keberhasilan UBL yang awalnya dipelopori oleh program studi Arsitektur dalam bermitra dengan masyarakat khususnya KSM secara berkelanjutan, menjadi sumber inspirasi bagi instansi-instansi yang bergerak di bidang pemberdayaan seperti Dinas Pekerjaan Umum khususnya Ditjen Cipta Karya.

Tahun lalu, DPU Brebes melakukan studi banding ke UBL dan KSM Nyiur untuk mempelajari program kemitraan, pengolahan sampah, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tahun ini, pada 12 Mei 2016, Dinas PU Tasikmalaya melakukan studi banding juga untuk kegiatan kemitraan dan menghilangkan permukiman kumuh tanpa menggusur . Kunjungan setengah hari itu bertujuan, pertama menjalin silaturahim antara PU Tasikmalaya dan UBL, kedua melakukan diskusi permasalahan permukiman kumuh dan penanganan yang telah dilakukan, serta terakhir menimba ilmu mengenai cara daur ulang sampah dan melihat produknya di KSM Nyiur Budi Luhur.

Acara dibuka oleh Deputi Rektor I UBL Dr Ir Wendi Usino Msc dan Iis dari DPU Tasikmalaya. Sebagai narasumber dalam acara itu, Putri Suryandari, wakil UBL, Tutik Asmawi dari KSM Nyiur Petani Sampah, serta Ahmad Musodiq dari Tim Peduli Kamal.

“Jika kita dapat menyatukan hati , semangat, dan tujuan, insya Allah semua bisa kita lakukan. Solusi selalu ada jika kita mau berusaha bersama. Persatuan akan selalu terpelihara dalam berkarya pun jalan selalu terbuka. Jika kita selalu saling asah, asih, dan asuh, kita dapat mengedukasi masyarakat, hanya dengan karya nyata rakyat mudah mengerti dan bersama dapat berperan serta menindaklanjuti bersahabat dengan lingkungan dan sampah,” kata Tutik memotivasi peserta.

Sebanyak 36 peserta studi banding pelaku ‘Kotaku’ Tasikmalaya secara tekun mendengarkan pemaparan dari narasumber, setelah sehari sebelumnya mereka melaksanakan studi banding pengolahan sampah di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya