Daerah Antisipasi Karhutla

MI
17/5/2016 08:26
Daerah Antisipasi Karhutla
(Antara/Nova Wahyudi)

MEMASUKI musim kemarau tahun ini, beberapa daerah tengah melakukan antisipasi untuk meminimalkan potensi dan dampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah mereka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengakui adanya potensi bahaya karhutla terutama di kawasan gambut di Riau.

"Kalau saat ini, cuaca di Riau masuk pancaroba dan kami perkirakan sampai pertengahan Mei. Pada pekan ketiga mulai memasuki musim kemarau periode pertama sehingga bahaya karhutla menjadi nyata dan merupakan suatu hal yang harus diantisipasi berbagai pihak terkait di Riau," papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Provinsi Riau yang terdiri atas 12 kabupaten/kota mempunyai wilayah yang sebagian besar merupakan hutan dari total 8,9 juta hektare lebih luas daripada daratan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran hutan, lahan pertanian, dan perkebunan sehubungan tibanya musim kemarau.

"Kami menginstruksikan seluruh aparat kecamatan, desa, dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pada musim kemarau terhadap potensi kebakaran," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Rangkasbitung.

Kabupaten Lebak memiliki lahan hutan terluas di Provinsi Banten, salah satunya kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Saat ini, lahan hutan seluas 112.291,45 hektare terdiri atas hutan konservasi TNGHS, hutan lindung, dan hutan produktif. "Kami imbau warga yang membuka ladang atau kebun tidak membakar sampah bekas ilalang karena khawatir menyulut karhutla," ujar Kaprawi.

Upaya antisipasi karhutla memasuki kemarau juga dilakukan Pemprov Bangka Belitung dengan menugasi BPBD setempat agar mengimbau masyarakat melalui pamflet soal bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

"Ada sejumlah daerah di Babel yang rawan kebakaran hutan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Gubernur Babel Rustam Effendi. Pamflet, lanjut Rustam, akan dipasang di titik-titik rawan bencana untuk mengingatkan bahaya karhutla. (RF/Ant/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya