MEMASUKI edisi kedua, Tafsir Al-Mishbah masih membahas kandungan Surah Thaha, yakni pada ayat 7 dan ayat 8. Sebelumnya, pada ayat 1 sampai 6 dijelaskan tentang Alquran yang diturunkan sebagai peringatan bagi manusia dan menjadi sumber kehidupan bagi Rasulullah SAW beserta umatnya.
Pada ayat 2-3 surah tersebut, misalnya, dinyatakan, Allah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW tidak untuk membuat kesusahan bagi Nabi Muhammad dan umatnya. Itu digunakan sebagai peringatan bagi orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang takut kepada Allah.
Pada ayat 6 Surah Thaha juga dijelaskan, Allah ialah Mahabesar yang memiliki bumi, langit, dan di antaranya beserta isinya, pemilik dari seluruh alam semesta ini. Juga, Yang Mahakuat jika dibandingkan dengan apa pun di dunia ini.
Kita sebagai umat-Nya tidaklah sedikit pun menyombongkan apa yang kita miliki. Karena apa pun yang kita miliki tidak ada bandingannya dengan apa yang dimiliki Allah SWT.
Kemudian ayat 4 dan 5 mengandung makna bahwa Alquran diturunkan oleh Allah yang menciptakan bumi dan langit dengan penuh kasih sayang kepada umatnya. Sesuai dengan sifat Allah, Yang Mahapengasih, yang bersemayam di atas Arsy. Arti dari Arsy ialah singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul para malaikat.
Kali ini pada ayat selanjutnya, ayat 7 Surah Thaha, Allah SWT bersabda, "Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi." Maksudnya ialah Allah Mahamengetahui apa pun.
Kalau kita berfikir Allah tidak mengetahui yang kita ucapkan karena Allah tidak melihat, sungguh hal tersebut adalah kesalahan besar karena Allah mengetahui apa pun ucapan kita bahkan kata-kata yang akan kita ucapkan. Karena itu, sudah sebaiknya kita menjaga ucapan-ucapan kita. Yakni, dengan selalu mengucapkan kalimat-kalimat yang baik.
Asmaul Husna Ayat ke-8 Surah Thaha memiliki arti, '(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik'.
Ayat tersebut memiliki makna bahwasannya hanya Allah SWT yang memiliki nama-nama baik, yaitu Asmaul Husna. Asmaul Husna bagi Allah sebenarnya sangat banyak, tetapi yang dikenal terdapat 99 Asmaul Husna yang hanya dimiliki oleh Allah SWT.
Terdapat kisah yang menarik berkenaan dengan Surah Thaha ayat 1-8 ini. Dahulu, Umar bin Khattab ialah pecandu minuman keras. Bahkan karena kebodohannya tersebut, ia pernah mengubur putrinya sendiri hidup-hidup.
Pada suatu hari, Umar pergi ke rumah adiknya dan mendapatkan adiknya sedang membaca Alquran. Dalam keadaan yang marah dan kecewa ia memukul adiknya. Apabila melihat adiknya berdarah, dia akan meminta maaf dan sebagai balasannya ia pun membaca sebaris ayat Alquran kepada adiknya.
Umar bin Khattab lalu merenungkan ayat-ayat yang baru saja ia baca itu. Ia pun merasa terharu sampai akhirnya memeluk Islam dan meninggalkan agamanya yang terdahulu. Setelah memeluk agama Islam, Umar bin Khattab berubah menjadi seseorang yang amat penyayang kepada orang-orang yang lemah.(*/H-2)