Penting, Anak Konsumsi Buah dan Sayur

Sidik Pramono
16/5/2016 09:35
Penting, Anak Konsumsi Buah dan Sayur
(THINKSTOCK)

BUAH-buahan dan sayur-sayuran masih menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan ibu rumah tangga dalam memberikan asupan gizi pada anak-anak mereka karena dianggap rasanya yang pahit dan tidak enak. Padahal, kedua jenis makanan itu merupakan komponen yang amat penting bagi kesehatan. Itu terungkap dalam diskusi Pentingnya Edukasi Kebiasaan Makanan Sehat yang diselenggarakan oleh PT Sarihusada, pada Rabu (11/5), di Jakarta.

Dr Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K), Konsultan Gastrohepatologi Anak RS Awal Bros Evasari Jakarta, menyampaikan buah-buahan dan sayuran banyak mengandung berbagai zat kebaikan seperti, vitamin, mineral, dan serat yang amat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Dalam buah dan sayuran, jelas dia, di antaranya mengandung vitamin A, C, dan E yang baik untuk kesehatan mata dan kulit, serta menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, buah dan sayuran pun mengandung unsur mineral. Antara lain kalsium, magnesium, dan fosfor yang berfungsi menjaga kekuatan tulang dan gigi. Juga terdapat zat besi, vitamin B, dan asam folat yang mampu mencegah anemia. Yang juga penting, buah dan sayur kaya serat sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

"Pemberian buah dan sayur kepada anak sejak usia dini akan mendukung pemenuhan gizi yang seimbang bagi optimalisasi tumbuh kembang anak dan ini juga membentuk pola makan sehat yang akan berlanjut hingga berusia usia dewasa," kata Frieda.

Asupan sayur dan buah sejak dini pun akan memberikan manfaat kesehatan pencernaan bagi anak sehingga meningkatkan daya serap terhadap nutrisi pada anak. "Imbasnya daya tahan tubuh pun meningkat dan bisa mencegah berbagai penyakit di masa yang akan datang," urai Frieda.

Frieda menambahkan selain bermanfaat untuk daya tahan tubuh, pertumbuhan, serta kesehatan pencernaan, buah-buahan dan sayuran memberikan manfaat positif seperti membantu berkonsentrasi dan memperbaiki memori jangka panjang.

"Untuk itu, sedari dini anak-anak perlu diberi asupan buah dan sayur. Dengan begitu, bisa membantu mereka dalam mengukir berbagai prestasi di sekolah," ucapnya.

Peran orangtua
Frieda menerangkan berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya seseorang dalam sehari minimal mendapatkan 400 gram asupan buah dan sayur.

Namun dalam hitungan ukuran kecukupan serat, untuk anak-anak usia 1-6 tahun yakni sekitar 20 gram serat per hari. Apabila disetarakan yakni sebanyak satu setengah gelas buah dan sayuran yang direbus dan dibagi tiga kali makan. "Jadi, setiap kali makan sekitar setengah gelas,'' jelas dia.

Adapun untuk ukuran anak-anak 4-8 tahun dibutuh kan 25 gram serat atau setara dengan 2 gelas. "Sementara itu, untuk anak remaja serta orang tua dibutuhkan 50 gram serat setiap hari atau setara dengan 4 gelas," terang dia.

Arif Mujahidin, Corporate Affairs Head Sarihusada, mengatakan bahwa Ibu memiliki peran besar dalam pembentukan perilaku atau pola makan anak yang sehat. Sehingga agar anak-anak memiliki kegemaran buah dan sayuran harus dimulai dari keluarga telebih dahulu.

Pada awalnya memang sulit, tetapi semua harus dilakukan secara bertahap kepada anakanak mereka hingga akhirnya mereka senang mengonsumsi buah dan sayuran.

"Tanamkan pada keluarga terutama anak-anak bahwa jika kita kekurangan asupan buah dan sayuran akan berdampak terhadap tingkat kesehatan kita ," ungkap Arif.

Dr Frieda juga mengajurkan kepada keluarga yang ingin sekali anak mereka senang mengonsumsi buah dan sayuran, sebaiknya dimulai dari orang tua terlebih dahulu. `'Jangan sampai kita menyuruh anak makan buah-buahan dan sayur, tapi orangtuanya tidak makan buah-buahan dan sayur,'' jelas Frieda.

Setelah contoh dari orang tua, lanjutnya, yang juga harus diperhatikan ialah ketersediaan buah-buahan dan sayur di rumah, dukungan orang tua, dan kebiasaan makan bersama dengan keluarga. "Biasakan anak-anak kita makan bersama keluarga yang menyajikan sayuran dan buah, dan bila kita sedang nonton tv bersama, setidaknya sediakan cemilan berupa, buah dan sayuran," ucap Frieda.

Selanjutnya, pastikan di sekolah, anak-anak juga mendapatkan buah dan sayuran. "Jika tidak ada, bisa siapkan dari rumah. Dengan begitu anak-anak terjamin oleh asupan buah dan sayuran, baik di dalam rumah maupun di luar rumah," pungkas Frieda.(S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya