BESOK Anda berpuasa? Kalau tak puasa, di mana biasanya Anda makan siang? Saya sering kasihan sama mereka yang tak puasa. Bukan karena kasihan karena mereka berdosa ya, itu sih urusan mereka dengan Tuhan. Saya tak ingin memaksakan untuk berpuasa. Namun, kasihan karena yang tak puasa biasanya akan susah mencari tempat makan siang. Apalagi kalau mereka yang makan siangnya bukan di restoran atau tempat makan yang ada di pusat perbelanjaan.
Buat yang berduit sih ketika tak puasa gampang mencari tempat makan siang. Namun, buat mereka yang anggaran makan siangnya lebih cocok di warteg, kadang agak repot mencari tempat makan siang. Tahun ini sih, Menteri Agama sudah mengizinkan warung makan buka siang hari. Saya sepakat dengan keputusan itu.
Namun, kalaupun buka, biasanya ada yang tetap tutup. Pemandangan di dalam warteg, entah siapa yang memulai, menjalankan prosedur menutup warteg dengan kain ketika bulan Ramadan. Kasihan yang sedang makan di sana. Seolah-olah sedang melakukan perbuatan hina yang tak boleh dilihat masyarakat. Kalau motivasinya menghargai orang yang berpuasa supaya jangan tergoda, ya menurut saya sih, orang yang berpuasa tak perlu merasa marah atau tergoda oleh pemandangan orang makan. Mereka yang makan siang hari juga kan tak lantas menyodorkan makanan ke hidung Anda kan?
Lagi pula puasa itu ajang kita berlatih menghadapi godaan dan menahan amarah. Kalau alasannya tak boleh menunjukkan makanan, lalu wartegnya ditutupi, lalu kenapa iklan makanan dan minuman di televisi masih boleh?
Sikap menghargai dan menghormati itu harusnya bukan hanya untuk yang berpuasa, melainkan juga untuk mereka yang tak berpuasa.
Seharusnya dari dulu tak perlu ada imbauan kepada warung makan untuk tak buka selama siang hari di bulan Ramadan. Kan pengelola warung makan juga tetap perlu pemasukan, apalagi untuk THR perlu dana berlebih atau kalau Anda tetap tak sepakat soal warung makan buka di siang hari, ya kita ambil jalan tengahnya saja deh. Warung makan boleh tetap bebas beroperasi, dan tak perlu ditutupi kain, tapi di depan pintu masuknya dikasih spanduk bertuliskan,
'Puasa adalah wajib hukumnya bagi orang Islam. Kalau Anda mengaku Islam dan tak berpuasa, kecuali Anda ialah perempuan yang sedang haid, atau Anda belum akil balig, maka dosa Anda tanggung sendiri. Dosa bukan tanggung jawab pengelola warung makan ini'. (M-6)