Emirsyah Satar Kenang Sentuhan Emas Robby di Garuda

Metrotvnews.com/Damar Iradat
14/5/2016 20:41
Emirsyah Satar Kenang Sentuhan Emas Robby di Garuda
(ANTARA)

MANTAN Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menilai sosok almarhum Robby Djohan sebagai penggebrak di Garuda.

"Walaupun beliau hanya enam bulan, tapi beliau banyak yang dikerjakan di situ. Mendobrak apa yang ada di Garuda," ungkap Emir di Taman Pemakaman Umum Jeruk Purut Bawah, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5).

Secara personal, Emir mengakui sosok Robby sebagai mentornya selama ini. Ketegasan Robby dalam memimpin sebuah perusahaan juga dipuji olehnya.

Pengalaman Robby dalam memimpin perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lanjut dia, juga tidak perlu diragukan lagi. Selain sempat menjadi Dirut Garuda, Robby diketahui juga sempat memimpin Bank Mandiri dan Bank Niaga.

"Saya belajar banyak dari beliau, benar-benar kehilangan seorang yang hebat," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Emir mengatakan, dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan Robby sekitar 10 hari yang lalu. Saat itu, mereka berencana untuk makan siang bersama di sebuah restoran.

"Sudah rencana mau ketemu karena kita rutin setiap dua bulan lunch bareng. Diskusi aja mengenai ekonomi, keadaan perusahaan, tapi, mau dikata apa, yang menentukan yang di Atas," kata Emir.

Robby Djohan wafat pada Jumat (13/5) sekitar pukul 14.39 WIB di Rumah Sakit Jantung Diagram, Cinere, karena serangan jantung. Robby meninggalkan seorang istri dan tiga anak.

Semasa hidupnya, Robby memiliki peran besar mengangkat BUMN yang hampir kolaps. Maskapai Garuda Indonesia sempat merasakan sentuhan emas Robby pada Oktober 1998.

Selain itu, Robby juga sempat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri dan Bank Niaga. Selain malang melintang di dunia perbankan Robby juga sempat menjadi dosen di Pascasarjana Universitas Indonesia.

Selain Emirsyah, turut hadir saat pemakaman Robby Djohan ialah Agus Martowardojo. Gubernur Bank Indonesia itu menganggap sosok Robby sebagai teladan yang baik.

"Beliau adalah senior kita dan teladan dalam mengelola dunia usaha dengan baik dan profesional. Beliau punya banyak sekali peninggalan karya yang baik," kata Agus.

Figur Robby Djohan, lanjut dia, dikenal sebagai seorang bankir profesional. Rekam jejaknya di dunia usaha tak perlu disangsikan.

"Beliau tumbuh dari Citi Bank, membesarkan Bank Niaga, kemudian setelah itu lakukan transformasi atas Garuda Indonesia yang saat itu membutuhkan rekstruturasi, kemudian lakukan merger atas Bank Mandiri," ucapnya.

Salah satu kekuatan almarhum Robby, menurut Agus, yakni mampu merekstruturasi perusahaan-perusahaan atau institusi yang bermasalah. Tidak hanya itu, Robby juga mampu mewujudkan institusi yang tengah pailit menjadi institusi yang sehat, institusi yang kinerja tinggi dan didukung sumber daya manusia yang andal.

"Beliau adalah contoh leader yang betul-betul memiliki komitmen yang tinggi untuk menciptakan kinerja baik. Dan seorang pemimpin yang betul-betul memerhatikan jajaran anak buahnya sehingga anak buahnya dapat pemimpin yang baik juga," pungkas Agus. (MTVN/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya