Puasa, Sarana Melatih Disiplin Diri

MI/DZULFIKRI PUTRA MALAWI
17/6/2015 00:00
Puasa, Sarana Melatih Disiplin Diri
(MI/ADAM DWI)
PERILAKU kehidupan sosial masyarakat Indonesia kini cenderung tidak mencerminkan sikap islami. Itu dapat dilihat dari ketidakdisiplinan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti berlalu lintas, bekerja, dan bahkan dalam beribadah.

Padahal, Islam ialah agama paling indah yang mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi disiplin, mulai soal ibadah dan refleksi di kehidupan sehari-hari, apa yang dikerjakan, bagaimana tata cara pengerjaannya seperti rukun, syarat, tertib, hingga kapan harus mengakhirinya.

"Artinya, agama Islam menekankan soal kedisiplinan. Bahkan Allah SWT sampai menurunkan ayat suci Alquran, yakni 'Demi masa bahwa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman', dalam Surah Al-Ashr," ungkap cendekiawan muslim Prof Azyumardi Azra ketika memberikan tausiah di Grand Studio Metro TV dalam rangka silaturahim jelang Ramadan 1436 H bersama Media Group.

Ikut hadir pada silaturahim bertema Sejuta rahmat untuk kemuliaan itu antara lain Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo yang mewakili Chairman Media Group Surya Paloh.

Azyumardi menyampaikan, pada Surah Al-Ashr dilanjutkan bahwa seorang muslim tidak cukup hanya beriman agar jadi pribadi manusia yang tidak merugi, tapi juga beribadah melakukan amal kebaikan dan berbuat sabar.

''Namun yang sering terjadi dan paling mudah kita temui di kehidupan sehari-hari, masyarakat kurang sabar. Seperti di jalan raya, pengendara tak lagi mematuhi rambu lalu lintas. Belum lagi di kantor, pasar, dan tempat lainnya,'' lanjut mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 1998-2006 tersebut.

Itu diperparah dengan gaya masyarakat yang materialistis dan hedonistik yang membuat orang tidak sabar untuk mengambil aset-aset negara dengan cara korupsi.

''Ketidaksabaran itulah yang saat ini telah mengacaukan berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Ibadah puasa bulan Ramadan merupakan latihan untuk menjadi diri kita agar bisa bersabar,'' imbuhnya.

Mengambil teori Sigmund Freud, ia mengatakan perilaku manusia dikuasai dari perut ke bawah. Kalau tak bisa mengendalikan bagian perut dan ke bawahnya, manusia akan kehilangan kemuliaan. ''Untuk itu, ibadah puasa jadi cara latihan kita untuk mengendalikan hal-hal yang bersifat psikologis pada diri kita,'' tegas Azyumardi.

Pasalnya, sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna, manusia menjadi makhluk yang punya cobaan terberat ketimbang malaikat karena manusia memiliki hawa nafsu. ''Melalui berpuasalah, manusia dimuliakan kembali harkat kemanusiaannya,'' pungkas Azyumardi.

Di sisi lain, bulan puasa Ramadan yang dimulai besok bisa melatih masyarakat untuk saling memberi dan berbagi. Survei kantor berita CNN beberapa waktu lalu menyebutkan, dari tiga negara muslim, yakni Turki, Arab Saudi, dan Indonesia, ternyata 98% orang Indonesia senang memberi dan berbagi, sedangkan Arab Saudi hanya 69% dan Turki 41%. ''Karena itu bulan puasa Ramadan bisa dijadikan momentum menjadi bulan puncak untuk sharing and giving (berbagi dan memberi) bagi masyarakat Indonesia,'' pungkas Azyumardi.

Jadi bangsa maju
Masih terkait dengan puasa, Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo menyatakan puasa tidak hanya membuat manusia menjalankan ritual tidak makan dan minum. Puasa pun mampu membawa manusia menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, masyarakat, dan bangsa.

Artinya, berpuasa pada Ramadan sebenarnya dapat mengubah karakter manusia yang semula tidak disiplin menjadi disiplin. Saat menjalani puasa, seseorang belajar disiplin untuk mengendalikan diri dari makan dan minum sesuai waktu yang ditentukan sejak menjelang Subuh hingga beduk magrib.

''Sementara masalah terbesar dari bangsa Indonesia ialah disiplin. Di sini, kunci kemajuan sebuah bangsa, yakni sejauh mana bangsa Indonesia mampu mendisiplinkan diri agar bisa menjadi bangsa yang maju,'' tukas Suryopratomo. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya