Puisi dan Lilin untuk Yuyun di Tugu Proklamasi

Antara
13/5/2016 23:49
Puisi dan Lilin untuk Yuyun di Tugu Proklamasi
(ANTARA)

RATUSAN aktivis antikekerasan Indonesia berdoa dan menyalakan lilin dalam acara 'Save Our Sisters', di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (13/5) malam dan mendorong pemberlakuan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Tampak hadir pada acara tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin yang berkumpul bersama ratusan aktivis di Tugu Proklamasi Jakarta.

Para aktivis dan pejabat negara tersebut berdoa, berorasi, talk show memprotes kekerasan seksual menimpa anak-anak dan perempuan. Momen itu sekaligus digunakan memperingati 40 hari tewasnya Yuyun, 14 tahun, yang diperkosa dan dibunuh 14 pria di Bengkulu.

Nong Darol Ahmada, panitia acara tersebut, dalan keterangannya menyatakan, berdasarkan data dari Komnas Perempuan, sepanjang 2015 terjadi 16.217 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk pemerkosaan.

Dari 2001-2012, setiap dua jam terdapat tiga perempuan, termasuk anak-anak di bawah umur, menjadi korban kekerasan seksual.

Aktivis Ilma Sovri Yanti menambahkan, bahwa saatnya pemerintah bersama DPR menyepakati UU Penghapusan Kekerasan Seksual. "Harus ada UU untuk lebih berpihak pada korban, dan menganggap perkosaan sebagai kejahatan kemanusiaan," katanya.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Maman Imanul Haq, dilanjutkan dengan talk show dan orasi.

Acara itu juga diisi pembacaan puisi pegiat gerakan antidiskriminasi Denny JA oleh Monica Anggi Puspita, tentang kekerasan seksual yang dialami Yuyun. Puisi itu berkisah tentang derita Yuyun hingga akhirnya kematiannya menjadi pemicu solidaritas berskala nasional. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya