ITS Terima Calon Mahasiswa Penghafal Alquran

Antara
13/5/2016 20:14
ITS Terima Calon Mahasiswa Penghafal Alquran
(Istimewa)

INSTITUT Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima seorang calon mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mempertimbangkan hafalan Alquran.

Wakil Rektor I ITS, Prof Dr Ir Heru Setyawan M.Eng, di Surabaya, Jumat (13/5), membenarkan seorang calon mahasiswa baru hafal Alquran yang masuk melalui jalur SNMPTN dengan pertimbangan prestasi hafal Alquran itu berasal dari Jakarta dan diterima pada Jurusan Teknik Fisika.

"Calon mahasiswa hafal Alquran yang sudah masuk dalam SNMPTN itu pun nanti akan kami verifikasi lagi pada 31 Mei mendatang. Jika tidak benar-benar hafiz (penghafal Quran) seperti dalam portofolio, maka bisa digugurkan," katanya.

Namun, prestasi nonakademik pada hafalan Alquran itu hanya menjadi salah satu pertimbangan masuk ke ITS, karena nilai rapor dan Ujian Nasional (UN) yang sama bagusnya juga menjadi perhatian. "Kalau hanya melihat prestasi nonakademik, ditakutkan nantinya akan kesulitan mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi. Tetap sesuai dengan
kemampuan akademiknya," ujar Heru.

Berbeda dengan Universitas Airlangga (Unair) yang tidak menerima mahasiswa baru lewat jalur hafalan Alquran sebagai prestasi nonakademik. Meski beberapa hari yang lalu sempat beredar pengumuman pembukaan pendaftaran mahasiswa baru melalui hafalan Alquran tanpa tes lewat laman nes.unair.ac.id.

"Unair hanya menerima mahasiswa baru lewat tiga jalur, yakni SNMPTN, SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan Mandiri. Tidak ada jalur di luar tiga jalur tersebut, apalagi melalui hafalan Alquran," tutur Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo.

Meski demikian, pihaknya mengakui jika sebelumnya telah ada surat edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) yang menyatakan bahwa prestasi nonakademik berupa hafalan Alquran oleh siswa bisa jadi pertimbangan masuk ke perguruan tinggi.

"Memang ada surat edaran dari Kemenag mengenai pertimbangan masuk perguruan tinggi bagi penghafal Alquran, tapi bukan berarti prestasi hafalan Alquran dijadikan jalur masuk ke perguruan tinggi," paparnya.

Menurut dia, untuk SNMPTN di Unair masih belum ada yang diterima dengan adanya prestasi nonakademik dengan hafalan Alquran. "Di Unair sendiri, persoalan ini sempat menjadi perdebatan panjang. Sebagai kampus yang menampung dari semua segi agama, jika jalur itu terjadi dimungkinkan akan muncul banyak protes," terangnya.

Dia mengungkapkan jika ada kemudahan bagi penghafal Alquran, bagaimana dengan yang hafal Alkitab dan lainnya. Hal ini pun sudah didiskusikan untuk tidak menerima jalur hafalan Alquran.

Untuk PTS, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan diskon (keringanan biaya) hingga 50% bagi alumni SMA/SMK/MA yang memiliki kemampuan sebagai hafiz bila mendaftar.

"Bagi siswa yang memiliki kartu anggota NU (Kartanu) mendapat diskon hingga 20% bila mendaftarkan diri kuliah di Unusa," kata Sekretaris II Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Unusa, Reno Triyono SE.

Tidak hanya itu, calon mahasiswa yang berprestasi akademik maupun nonakademik juga mendapat potongan hingga 40%. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya