AWAL Ramadan 1436 Hijriah yang jatuh Kamis (18/6) berlangsung serentak bagi umat Islam di Tanah Air.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui sejumlah pertimbangan menentukan awal Ramadan. "Salah satunya bulan sabit muda atau hilal terbenam lebih dulu daripada matahari. Selain itu, tidak ada bukti astronomi menyatakan hilal bisa dilihat kemarin petang. Jadi, 1 Ramadan jatuh Kamis (18/6)," kata Lukman seusai sidang isbat (penetapan) awal Ramadan, kemarin.
Lebih dari itu, lanjut Lukman, waktu Ramadan yang bersamaan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama tersebut menjadi keberkahan tersendiri. Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia Syarief Oebaidillah dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sesudah pelaksanaan sidang isbat.
Akhirnya sidang isbat menyepakati 1 Ramadan jatuh pada hari yang sama. Menurut Anda? Kami bersyukur tahun ini umat Islam di Indonesia bersama-sama menjalankan ibadah puasa. Saya mengakui ini keberkahan. Semoga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Kebersamaan umat Islam terjalin dari waktu ke waktu. Anda yakin kebersamaan terus terjalin dalam penentuan awal Ramadan? Ya, kami berupaya menyatukan (perbedaan) dalam penetapan kriteria hilal. Ormas Islam harus mengapresiasi semangat dan kehendak membangun kebersamaan.
Sungguh ini berkah dan karunia Allah SWT yang memosisikan hilal sedemikian rupa sehingga umat Islam menjalani Ramadan bersama. Dalam isbat kami paparkan (kajian) astronomi yang menjelaskan posisi hilal. Kami sebar 30 ahli di 120 titik.
Ramadan selalu dikaitkan dengan toleransi antarumat beragama. Negara kita dikenal toleran. Kami harap umat beragama menghormati satu sama lain dalam bulan suci ini. Selain menghormati hak orang puasa, kita hendaknya menghormati hak mereka yang tidak berpuasa. Sikap hormat itu dibangun atas dasar kesadaran, harus tulus dan ikhlas. Dengan demikian, segala bentuk kekerasan dapat dihindari.
Sejatinya, puasa itu kan juga medium untuk mengendalikan diri dari perbuatan seperti manipulasi dan korupsi sehingga kita menjadi bangsa yang semakin baik. Anda menjamin tidak terjadi kekerasan selama Ramadan? Saya pikir jangan ada lagi kekerasan seperti sweeping yang berdampak tidak baik. Kita jaga kesucian Ramadan. Sekali lagi sikap hormat itu harus dibangun atas dasar kesadaran yang tulus dan ikhlas.