Tularkan Spirit WIN-Way di Bali

10/5/2016 19:26
Tularkan Spirit WIN-Way di Bali
(MI/Panca Syurkani)

SEKITAR 100 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat I dan II, beserta pengajar Balai Diklat Provinsi Bali dibuat panas dingin selama 90 menit.
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menyampaikan materi Great Spirit Grand Strategy dalam bahasa yang lugas tanpa basa basi.

"Publik itu menilai PNS itu lelet alias lambat!" kata Menpar Arief Yahya mengawali autokritik saat berbicara di lingkungan eselon II dan III dari seluruh Indonesia itu.

Para peserta pun langsung membelalakkan mata, tersipu, dan menahan tawa. Mungkin tidak pernah ada statement yang to the point sesadis itu. Sejak diangkat sebagai Menpar di era Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, Arief Yahya merasakan sendiri ritme dan kecepatan sebuah program itu secepat di private sectors.

"Saya yakin para PNS yg bekerja dengan saya shock dengan standar pekerjaan yang saya inginkan! Saya juga merasa shock berada di lingkungan tidak bisa cepat seperti ini," jelas Arief.

Arief menggambarkan bahwa persaingan ke depan adalah siapa yang cepat memakan yang lambat. Bukan yang besar mengalahkan yang kecil. Kalau para regulator masih lelet, maka daya saing negeri ini tidak akan sanggup berkompetisi di level global.

"Dari situlah kita harus memperbaiki diri, dengan membangun corporate culture, mengubah kebiasaan lama yang buruk," jelasnya.

Solusinya, kata dia, dengan WIN-Way atau Wonderful Indonesia Way! Jurus atau budaya kerja untuk memenangi kompetisi. "Yakni dengan solid, speed, smart," terang Menpar. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya