Pelajar Jadi Pasar Potensial Narkoba

Akmal Fauzi
10/5/2016 19:19
Pelajar Jadi Pasar Potensial Narkoba
(Ilustrasi)

PELAJAR dianggap paling rentan masuk jeratan peredaran narkoba di Indonesia. Terlebih dari data Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2014, ada 27,32 persen dari total 4 juta pengguna narkoba di Indonesia adalah pelajar.

Kondisi masifnya peredaran narkoba di kalangan pelajar dianggap sebagai upaya regenerasi pasar oleh para sindikat narkoba. "Mafia narkotika selalu bekerja untuk mendapatkan pangsa pasar. Untuk mempertahankan pangsa pasar itu mereka menciptakan pasar berikutnya, yaitu pelajar," kata Kepala BNN, Komjen Budi Waseso beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, untuk melancarkan aksinya, para sindikat juga mengemas narkotika dengan segala bentuk agar bisa dipasarkan para sindikat.

"Misalnya sekarang ada heroin cair, yang diminum tidak disuntik. Dan operasi ini dibiayai oleh jaringan narkotika agar mereka tetap eksis," ucapnya

Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi menjelaskan, regenerasi pasar narkotika ke kalangan pelajar atau remaja dilakukan secara sistemik. Menurutnya pengguna narkotika secara umum saat ini adalah pangsa pasar 10 hingga 20 tahun yang lalu.

"Dan pengguna narkotika pelajar atau usia remaja saat ini adalah pangsa pasar untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Dan itu terus seperti itu," kata Slamet, Selasa (10/5)

Slamet menambahkan, jenis narkotika yang digunakan pertama kali oleh pelajar biasanya adalah ganja. Hal itu lantaran ganja mudah didapat untuk kalangan pelajar.

"Kenapa ganja? Karena murah meriah. Setelah ganja mereka coba-coba lagi terus dengan jenis lainnya. Tapi pengguna secara umum, yang paling banyak (digunakan) sabu," jelasnya

BNN sendiri telah melakukan beberapa upaya seperti sosialisasi ke tingkatan sekolah untuk mengenalkan bahaya narkotika secara dini. Tak hanya itu, BNN juga tengah membuat buku tentang bahaya narkotika untuk diusulkan masuk ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

"Para orangtua juga harus menjaga komunikasi dengan anak-anak sehingga terjadi harmonisasi keluarga. Karena anak-anak adalah next leader. Jangan sampai terjebak oleh sindikat narkotika," jelasnya (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya