Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DARI 645.202 yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sebanyak 115.178 calon mahasiswa (17,85%) yang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur undangan tersebut. Pengumuman lulus atau tidaknya bisa diakses di http://pengumuman.snmptn.ac.id.
Komponen dasar seleksi dalam SNMPTN 2016 ialah prestasi berdasarkan akreditasi sekolah dan prestasi serta kualitas akademik alumni asal sekolah di PTN yang dipilih siswa.
Penilaian siswa yang diterima didasarkan pada nilai rapor, kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran, prestasi akademik dan nonakademik yang relevan, dan sertifikat prestasi yang relevan dengan pilihan program studi.
Panitia SNMPTN memang mempercepat pengumuman kelulusan dari yang direncanakan pada Selasa (10/5). "Seluruh pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) bersama panitia nasional telah menyelesaikan semua tahapan yang direncanakan dalam melakukan seleksi dengan lancar dan selesai lebih awal," ujar Ketua Panitia Nasional SNMPTN Prof Rochmat Wahab dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Rochmat mengutarakan, pada SNMPTN 2016, Universitas Padjadjaran menempati posisi tertinggi penerima mahasiswa, yakni 58.937 orang, kemudian Universitas Brawijaya (47.452), Universitas Diponegoro (43.634), Universitas Gadjah Mada (43.326), dan Universitas Sumatera Utara (39.143). Selain itu, Universitas Negeri Sebelas Maret (39.017), Universitas Pendidikan Indonesia (38.098), Universitas Negeri Semarang (36.897), Universitas Hasanuddin (34.064), dan Universitas Negeri Yogyakarta (33.183).
Rochmat mengatakan siswa yang lulus seleksi diminta untuk mencetak ulang kartu tanda peserta yang dapat dilakukan pada 24-31 Mei 2016. Sementara daftar ulang dilaksanakan pada 31 Mei 2016. "Peserta lulus seleksi harus segera mencermati dan menaati pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh masing-masing PTN, yang berkaitan dengan ketentuan syarat, jadwal, dan tempat daftar ulang 2016," ujar dia.
Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Ainun Naim, mengatakan pelaksanaan SNMPTN berjalan baik dari tahun ke tahun. "Proses seleksi semakin baik, begitu juga dengan tata kelola dilakukan perbaikan secara terus-menerus," kata Ainun.
Ainun memberikan penghargaan kepada panitia nasional yang telah bekerja keras melaksanakan proses seleksi SNMPTN.
SBMPTN
Rochmat mengingatkan para peserta yang tidak lulus SNMPTN jangan patah semangat karena masih ada kesempatan meraih 'kursi' di PTN melalui jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), jalur mandiri, maupun bersama yang dilakukan sejumlah PTN. Bahkan, tambahnya, terdapat sisa kuota SNMPTN sekitar 7.000 kursi dari SNMPTN yang dialihkan ke SBMPTN.

Pendaftaran SBMPTN telah dimulai 26 April dan berakhir pada 20 Mei 2016. Ujian akan dilaksanakan pada 31 Mei 2016.
Ia mengatakan tahun ini pihaknya telah memulai terobosan baru pelaksanaan SBMPTN selain paper base test (PBT) atau tulis, juga menggunakan computer base test (CBT). Hebatnya, dari 2.500 kuota SBMPTN telah terpenuhi para pendaftarnya.
Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto menjelaskan dua jenis ujian SBMPTN tersebut menggunakan soal ujian yang sama.
Namun, ke depannya pihaknya akan memberlakukan ujian PBT dan CBT menggunakan soal yang berbeda. "Jadi, kami harapkan ke depan CBT SBMPTN lebih ditingkatkan sebab pendidikan kita bukan sekadar latihan dan ujian soal," imbuh Herry.
Ia menambahkan, kelebihan ujian melalui PBT adanya kesetaraan, tapi kelemahannya pada kesan menjawab soal saja. Akibatnya, lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang berperan. "Jadi dengan CBT, kita akan lebih punya ukuran dengan mengoreksi soal lebih baik dan variatif, sedangkan dengan PBT hanya dengan pilihan ganda," tukasnya.
Di sisi lain, pemerhati pendidikan Totok Amin Soefijanto berpendapat sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN perlu lebih disederhanakan agar tidak terlalu rumit dan banyak jalur.
Dosen Universitas Paramadina tersebut menyarankan agar ujian dilakukan oleh universitas masing-masing. "Adakan tes online yang bisa diambil calon mahasiswa setahun sebelumnya atau saat kelas XII. Mereka bisa gunakan skor dari tes online itu untuk daftar ke semua universitas, atau calon mahasiswa dapat menggunakan nilai UN sehingga ada manfaat dari UN yang bukan syarat kelulusan lagi, namun bisa dipakai masuk ke perguruan tinggi," ujarnya.
Ia juga mengusulkan dalam seleksi masuk PTN ada ujian esai dan wawancara sehingga pihak perguruan tinggi mengenal calon mahasiswanya. (Ant/S-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved