Kapal Selam Nirawak Pertama Diuji Coba

Puput Mutiara
10/5/2016 10:45
Kapal Selam Nirawak Pertama Diuji Coba
(Mahasiswa Fakultas Teknik UI mengujicoba Kapal Plat Datar (kanan) dan Kapal Tanpa Awak (kiri) --MI/Bary Fathahilah)

SEJUMLAH mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Autonomous Marine Vehicle (AMV) Team berhasil menciptakan karya inovasi berupa kapal tanpa awak (nirawak) pertama dengan konsep hibrida, yaitu remotely operated vehicle (ROV) dan autonomous underwater vehicle (AUV).

Kapal yang dinamai Makara-06 atau drone bawah laut itu resmi diluncurkan dan diuji coba di Danau Kenanga UI, Kampus Depok, Jawa Barat, kemarin (Senin, 9/5). Diharapkan, pada 4-10 Juli nanti kapal itu siap berkompetisi pada ajang AUVSI Roboboat Competition 2016 di Virginia Beach, Amerika Serikat.

Menurut salah seorang anggota tim AMV, Zulfah, kapal tersebut dirancang untuk misi spesifik menggantikan manusia di dalam air guna menunjang aktivitas keamanan, penelitian bawah laut, serta penanganan bencana.

"Kapal ini yang paling canggih dari yang pernah kita buat. Bahkan kami yakin mampu menyaingi buatan Emboy Riddle dari Amerika Serikat yang jadi pemenang tahun lalu," ujarnya kepada Media Indonesia.

Lebih detail, jelas mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan itu, Makara-06 mampu merekam gambar, video, serta deteksi bentuk di bawah laut. Kecanggihan sensor citra drone bawah laut itu mampu mendeteksi benda-benda di laut termasuk kapal asing.

Makara-06 bisa bertahan 4 jam di bawah air hingga kedalaman 100 m. Untuk menggantikan kerja manusia di permukaan, ada kapal Makara-05 atau drone permukaan air.

Dua kapal lain, yaitu kapal Jayasatria Garuda (Jagur) buatan Solar Boat Team (SBT) dan kapal pelat datar karya Hydro Team (HT), juga siap mengikuti ajang kompetisi bertemakan maritim di Belanda dan Swiss.

Direktur Kemahasiswaan UI Arman Nefi mengatakan keikutsertaan UI juga bertujuan memperkenalkan kapal khas Indonesia. Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas Kemenristek dan Dikti Agus Puji Praset-yono menjelaskan, untuk bisa digunakan industri, kapal perlu melalui tahap penelitian lebih lanjut.(Mut/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya