Panitia SNMPTN Terima 115.178 Calon Mahasiswa Baru

Syarief Oebaidillah
09/5/2016 18:31
Panitia SNMPTN Terima 115.178 Calon Mahasiswa Baru
(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

PANITIA Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menerima sekitar 115.178 calon mahasiswa baru. Namun begitu,status penerimaan pada PTN tujuan masih ditentukan berdasarkan verifikasi data akademik.

"Verifikasi data akademik berupa rapor dan portofolio akan dilaksanakan di PTN penerima calon mahasiswa baru ini. Maka kehadiran saat registrasi amat penting sehingga bila lolos verifikasi statusnya baru ditetapkan sebagai mahasiswa di PTN terkait," papar Ketua SNMPTN 2016, Rochmat Wahab, saat menyampaikan keterangan di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Senin (9/5).

Turut hadir Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim, Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto, dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Intan Achmad.

Rochmat mengingatkan agar peserta tidak lupa mencetak ulang kartu tanda peserta pada 24-31 Mei. Daftar ulang atau registrasi mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi di PTN dilaksanakan pada 31 Mei.

"Peserta lulus seleksi harus segera mencermati dan menaati pengumuman resmi yang dikeluarkan kampus masing-masing. Terkait dengan ketentuan syarat, jadwal dan tempat registrasi," tegasnya.

Ia menambahkan, dari jumlah pendaftar 645.202, terseleksi 115.178 siswa atau 17,85% di jalur undangan itu. Dari jumlah pendaftar itu, sebanyak 24.506 siswa lulus SNMPTN pada jalur beasiswa Bidik Misi.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta itu mengatakan bagi peserta yang tidak lulus SNMPTN tidak langsung patah semangat karena dapat mendaftar di Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). Menurutnya, terdapat sisa kuota SNMPTN sekitar 7.000 kursi dialihkan ke SBMPTN.

Adapun pendaftaran SBMPTN dibuka sejak 25 April-20 Mei.

Rochmat mengungkapkan bahwa Universitas Padjadjaran Bandung menempati posisi tertinggi penerimaan mahasiswa sebanyak 58.937, diikuti Universitas Brawijaya Malang (47.452), lalu Universitas Diponegoro Semarang (43.634), Universitas Gajah Mada Yogyakarta (43.326), Universitas Sumatra Utara Medan (39.143).

Berikutnya di posisi enam ialah Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (39.017), Universitas Pendidikan Indonesia Jakarta (38.098), Universitas Negeri Semarang (36.897), Universitas Hasanuddin Makassar (34.064), dan Universitas Negeri Yogyakarta (33.183).

Menurut Rochmat, seleksi mahasiswa SNMPTN dilihat juga dari performa alumninya. Jika jumlah siswa suatu sekolah di kampus itu banyak dan berprestasi akan berkorelasi. Adapun komponen seleksi lain ialah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran. Jika KKM semakin tinggi menunjukkan kualitas sekolah semakin baik. Penunjang lainnya prestasi nonakademik berupa sertifikat prestasi kejuaraan olimpiade sains, olahraga, dan seni.

Sementara itu, Dirjen Belmawa Kemenristek Dikti Intan Achmad mengatakan hingga kini SNMPTN masih mempertimbangkan aspek akademik dari hasil Ujian Nasional (UN). "Indeks integritas UN menjadi salah satu pertimbangan ke SNMPTN dan kami harap rektor dapat memanfaatkannya," kata Intan.

Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Herry Suhardiyanto mengatakan, dikembangkannya tiga jalur (SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri) penerimaan mahasiswa baru untuk mengakomodasi kemampuan siswa yang lebih besar. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya