Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGELARAN budaya musikal Sasadu On The Sea bertema Pesona budaya kepulauan rempah baru sekitar 20 menit dipertontonkan. Tiba-tiba hujan deras datang dan membasahi seluruh panggung terbuka tempat pementasan di Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Sabtu (7/5) siang itu.
Berbeda dengan penonton di sekitar panggung dan luar tenda yang kocar-kacir, sekitar 300 siswa SMP dan SMA se-Halmahera Barat itu terus beraksi. Mereka tidak peduli sederas apa pun guyuran hujan, gerakan mereka malah bertambah semangat.
Salah satu dari 20 remaja berkostum putih-putih dengan selempang oranyemerah yang disilangkan sempat jatuh terpeleset saat beraksi di panggung kehormatan. Namun, dengan sigap dia langsung bangun dan kembali melakukan koreografi serentak dengan rekan-rekannya.Dengan lebih semangat, dia menggerakkan dua tangannya yang membawa perisai di kiri dan ikatan janur kuning kering di kanan. Sampai saatnya mereka kembali ke belakang panggung, gerakan mereka terasa semakin sempurna tak bercela.
Pada segmen selanjutnya tampak empat perahu yang masing-masing diisi 10 orang mewakili empat kesultanan di Maluku Utara, yaitu Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan, tiba di panggung yang dibuat di atas perairan teluk. Dalam kondisi hujan deras, tidak tampak ekspresi ketakutan tercebur ke laut meski injakan mereka menjadi licin.
Dalam pergelaran yang berlangsung 1,5 jam ini, hujan turun lebih dari 3/4 durasi pergelaran. Tak mengherankan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise memuji penampilan remaja SMP dan SMA ini. “Saya titip anak-anak ini ya Pak Bupati. Jangan kecewakan mereka,” ujarnya di akhir pergelaran.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar RI Esthy Reko Astuti juga turut memuji. “Mari beri aplaus bagi 300 remaja dan anggota TNI-AD yang mengisi pergelaran ini,” katanya.
Festival kali ini mengangkat kisah kejayaan budaya dan hasil rempah di Maluku Utara atau yang dikenal juga sebagai kejayaan ‘Moloku Kie Raha’ yang berarti persaudaraan penguasa empat gunung atau empat kesultanan.
Konsep pada pergelaran ini merupakan gagasan Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, yang mendeklarasikan integrasi budaya dari keempat kesultanan Moloku Kie Raha dalam karya musikal Sasadu on The Sea garapan Eko Supriyanto. Festival Teluk Jailolo yang digelar sejak 2 Mei itu ditutup Gubernur Maluku Utara H Abdulgani dan dihadiri Bupati Danny Missy, perwakilan empat kesultanan, yaitu Abdullah Sjah (Jailolo), Abdurrahim Muhammad Gery (Bacan), Sultan Husein Sjah (Tidore), dan putra Sultan Ternate sebelumnya, Joungofa Hidayatullah.
Diakui Danny, festival ini turut menaikkan angka kunjungan wisatawan ke Jailolo. “Jumlahnya ribuan. Saya berharap festival ini berkelanjutan.” tukasnya.(H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved