Pertemuan Isomil Bahas Konflik Timur Tengah

06/5/2016 15:07
Pertemuan Isomil Bahas Konflik Timur Tengah
(Pengurus besar NU, Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) Maruf Amin (kiri), Ketua Umum Said Aqil Siroj (kedua kanan), Waketum Ma'sum (kanan), Sekjen Helmy Faisal Zaini (kedua kiri), dan Bendahara Umum Bina Suhenda (tengah)-- ANTARA/Yudhi Mahatma)

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengelar pertemuan pemimpin Islam moderat internasional (International Summit of the Moderate Islamic Leader/Isomil) di Jakarta, 9-11 Mei, sebagai ikhtiar untuk mendamaikan konflik di Timur Tengah dan sejumlah negara Asia.

"Isomil ini sebagai sarana diplomasi bagi negara Islam yang sedang dilanda konflik," kata Ketua Panitia Isomil Imam Aziz di Jakarta, Jumat (6/5).

Imam mengatakan bahwa Indonesia sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia yang posisinya netral dalam berbagai konflik internasional sangat mungkin menjadi penengah sekaligus juru damai dalam konflik yang melibatkan umat Islam di berbagai negara.

NU, Imam melanjutkan, punya pengalaman dalam resolusi sejumlah konflik di dalam dan luar negeri, termasuk di Afghanistan. Menurut dia, kemelut di Timur Tengah bersumber dari radikalisme yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Radikalisme mengatasnamakan Islam, kata Imam, akan terus tumbuh dan menyebar di berbagai tempat dan membuat berbagai konflik sulit terselesaikan. "Di sinilah peran aktif Indonesia dalam menjalankan diplomasi internasional sangat diharapkan banyak pihak," katanya.

Karena itu, NU menginisiasi pertemuan para pemimpin dunia Islam yang diharapkan bisa melahirkan resolusi dan kesepakatan antarnegara berpenduduk Muslim untuk bersama-sama mengakhiri konflik dengan mencegah penyebaran radikalisme.

"NU akan mendorong peran aktif para ulama dan tokoh masyarakat dari negara-negara peserta ISOMIL untuk mengembangkan pemahaman keagamaan Islam yang moderat dan menggalang konsolidasi global para ulama dan umat Islam untuk menginisiasi perdamaian," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya