UNBK Penting untuk Kemajuan Pendidikan

Selamat Saragih
03/5/2016 23:20
UNBK Penting untuk Kemajuan Pendidikan
(ANTARA)

UJIAN Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dikenalkan di Indonesia pada 2014 belum berjalan optimal. Sebab terkendala infrastruktur, seperti tidak meratanya jaringan listrik, ketersediaan peralatan, hingga kemampuan SDMnya. Pemerintah pusat dan daerah diminta serius menerapkan UNBK, untuk kemajuan pendidikan nasional.

Hal ini mencuat dalam diskusi pendidikan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/5). Pembicara yang hadir ialah pakar pendidikan Prof Arief Rahman dan praktisi pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji.

Menurut Arief Rahman, teknologi tidak bisa memggantikan peran manusia. Namun, teknologi bisa mempermudah pekerjaan manusia. Penguasaan terhadap teknologi mutlak diperlukan di dunia pendidikan. Peran guru sebagai motivator, sekaligus pengawasan bagai anak didik agar bijak menggunkan teknologi.

"Semua bisa terwujud jika pemerintah menyiapkan infrastruktur yang memadai. Kemampuan teknologi tanpa infrastruktur yang memadai, sulit dicapai," imbuh Arief.

Adapun di mata Indra, UNBK merupakan salah satu cara agar kualitas pendidikan Indonesia setara dengan negara lain di Asia Tenggara. "Karena bagaimana pun juga, kualitas pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi bangsa yang lebih baik,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah agar pelaksanaan UNBK di seluruh Indonesia dapat tercapai. Yakni, pemerintah harus mengawasi dan memastikan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Ia mencontohkan, DKI yang menjadi barometer pelaksanaan UNBK belum mampu menerapkan 100%. Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI, peserta UNBK tahun ini sebanyak 63.883 siswa dari 203 SMA, 167 SMK dan 10 MA. Adapun peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) sebanyak 78.070 siswa.

"Di seluruh Indonesia, dari 55 ribu sekolah SMA/SMK, hanya 4.400 yang ikut UNBK, atau tidak sampai 1%," kata dia. Untuk mendorong agar seluruh sekolah mampu melaksanakan UNBK, satu-satunya jalan adalah membereskan persoalan infrastruktur, terutama sarana penunjang ujian. (Ssr/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya