Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kesehatan lebih baik ketimbang mengobati penyakit apabila telah merasuki raga. Karena itu, menjalani gaya hidup sehat akan menghindarkan kita dari jebakan biaya pengobatan yang meningkat signifikan setiap tahunnya.
Berdasarkan survei tren kesehatan yang dirilis Towers-Watson Global Medical pada 2014, biaya pengobatan di Indonesia melonjak sekitar 11%-15% per tahun. Jauh di atas angka inflasi yang berada di kisaran 4%-5%. Dengan kata lain, pengobatan penyakit kritis dapat menelan biaya hingga ratusan juta rupiah.
Hal ini diungkapkan Direktur Keuangan AXA Financial Indonesia Charlie Limboro dalam diskusi dengan awak media di Jakarta, Senin (2/5).
"Dengan menerapkan pola hidup baik untuk menghindari penyakit dan memiliki perlindungan kesehatan, kami berharap masyarakat Indonesia tidak mengalami problem keuangan yang berarti. Kami pun menggelar kampanye kesehatan di beberapa kota besar di Indonesia," kata Charlie.
Di sisi lain, Direktur Operasional AXA Financial Indonesia Faustinus Wirasadi menambahkan perlindungan penyakit kritis merupakan kebutuhan yang terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan penyakit kritis akan menjadi pemicu tiga per empat kematian di seluruh dunia pada 2020. Sebanyak 71% karena penyakit jantung, 75% karena stroke dan 70% karena diabetes menjadi penyebab kematian di negara-negara berkembang.
"Pada 2012 WHO mencatat penyakit jantung iskemik menempati posisi teratas penyebab kematian di dunia, yakni sebanyak 7,4 juta orang. Lalu diikuti stroke di posisi kedua dengan 6,7 juta kematian, paru kronis di posisi ketiga dengan 3,1 juta, posisi keempat adalah infeksi saluran pernapasan bawah sebesar 3,1 juta, diikuti kanker sebesar 1,5 juta, HIV/AIDS sebesar 1,5 juta, diare 1,5 juta, kecelakaan di jalan 1,3 juta, dan hipertensi sebesar 1,1 juta kematian," ujar Faustinus.
Oleh karena itu, lanjut Faustinus, pihaknya membantu nasabah dengan memberikan layanan terhadap penyakit dan kondisi kritis dari mulai diagnosis awal hingga tahap akhir. "Proteksi mencakup 55 penyakit kritis tahap awal dan 56 kondisi kritis tahap akhir serta manfaat tambahan untuk 9 kondisi kritis seperti angioplasty, komplikasi diabetes, dan kondisi kritis katastropik."
Selain itu, Faustinus mengatakan pihaknya juga memiliki produk asuransi tambahan yang melindungi nasabah terhadap 120 kondisi kritis dari tahap awal hingga akhir, yakni Maestro Complete CI Cover dan perlindungan terhadap 34 penyakit kritis anak lewat produk Maestro Juvenile CI. Dua produk ini merupakan proteksi tambahan untuk produk Maestro Link Plus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved