Calon Jemaah Haji Harus Waspadai Heat Stroke

MI
02/5/2016 08:47
Calon Jemaah Haji Harus Waspadai Heat Stroke
(Antara)

MENTERI Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan calon jemaah haji agar memeriksakan kesehatan mereka minimal 9 bulan sebelum mereka berangkat ibadah. Hal itu utamanya pada jemaah haji lanjut usia yang berisiko terserang heat stroke akibat cuaca panas yang ekstrem di Padang Arafah.

"Saya mengingatkan seluruh masyarakat yang akan naik haji. Musim haji mendatang jatuh di musim panas dengan suhu 50-51 derajat celcius dan heat stroke menjadi serangan yang membayakan," ujarnya seusai menjemput Culan binti Kasim, 58, guru SD Negeri 17 Pariaman, Padang, pasien yang terserang heat stroke pada peristiwa Mina, Arab Saudi, pada 24 September 2015.

Culan tiba Bandara Halim Perdanakusama, Jakarta, kemarin, menggunakan pesawat khusus atau ambulans udara Aeromedical Evacuation (Medevac) milik Arab Saudi.

Dia diterbangkan dari Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah setelah dirawat intensif sekitar 8 bulan di Rumah Sakit Garna Nasiolan Jeddah. Nila mengutarakan heat stroke telah menyerang sistem kerja otot Culan.

"Yang kami tahu Ibu Culan terkena serangan di otot. Hingga tidak bisa bernapas tanpa alat bantuan pernapasan karena ototnya terlalu lemah. Rumah Sakit Fatmawati ditunjuk Kemenkes untuk perawatan Culan selanjutnya."

Hingga saat ini, tinggal satu jemaah haji Indonesia yang dirawat di Arab Saudi karena mengalami heat stroke. Pemulangan untuk Culan sendiri menghabiskan biaya Rp2 miliar yang ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi.

Untuk meminimalisasi kejadian serupa, katanya, pada musim haji mendatang, Kemenkes telah meminta pemerintah Arab Saudi agar menambahkan air zam-zam bersuhu dingin untuk menurunkan suhu tubuh jemaah haji. (Try/S-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya