Dunia Pendidikan Indonesia Memerlukan Restorasi

Ardi Teristi
30/4/2016 16:18
Dunia Pendidikan Indonesia Memerlukan Restorasi
(MI/PANCA SYURKANI)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengungkapkan pentingnya bangsa Indonesia untuk merestorasi dunia pendidikan dan
pengajaran.

"Mengapa restorasi? Karena kita pernah mengalami masa (pencerahahan) itu. Kita ingin mengembalikan itu bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk memenangkan masa depan," kata Anies dalam Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Sabtu (30/4).

Yang dimaksud masa itu oleh Anies adalah masa-masa ketika Ki Hadjar Dewantara meletakkan dasar pendidikan dan mulai mendirikan Taman
Siswa. Dengan meneladani ajaran Ki Hadjar Dewantara, lanjut Anies, tidak berarti mundur kembali ke belakang, tetapi meneladani ajaran tersebut untuk membangun bangsa ini di depan.

Salah satu restorasi yang harus dilakukan, lanjut dia, adalah dengan mensterilkan dunia pendidikan dan pengajaran dari politik. Yang harus diutamakan dalam pendidikan ke depan, lanjut dia, adalah menumbuhkan budi pekerti. "Mari kita membangun integritas dan percaya diri," kata Anies.

Dalam mendidik anak, lanjut dia, harus melihat mereka sebagai generasi baru dengan perspektif masa depan, bukan perspektif masa lalu karena merekalah yang akan mewakili kita di masa depan. Menurut Anies, restorasi pendidikan membutuhkan kesabaran dan komitmen. Finlandia yang dikenal memiliki mutu pendidikan terbaik membutuhkan waktu 40 tahun untuk merestorasi pendidikan mereka.

Tantangan untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia sangat besar. Pasalnya, dalam dunia pendidikan di negeri ini, kata dia, kita hidup di
abad 21, tetapi gurunya abad 20 dan bangunan fisik sekolahnya abad 19.

"Ada tiga komponen yang dibutuhkan generasi ke depan, yaitu kualitas karakter, literasi dasar, dan 4 c, yaitu creativity, critical thinking, communication, collaboration," kata Anies mengutip World Economic Forum. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya