BRG Akan Bawa Teknologi Jepang

Richaldo Y.Hariandja
27/4/2016 22:13
BRG Akan Bawa Teknologi Jepang
(ANTARA)

DEPUTI Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) Myrna Safitri menyatakan upaya kerja sama Indonesia dengan Universitas Kyoto dan Institut Nasional untuk Humaniora (The National Institute of Humaniora, NIHU) Jepang lebih bersifat teknis. Nantinya transfer teknologi akan dilakukan yang secara spesifik untuk memantau tingkat kelembapan gambut.

"Yang kemarin dilakukan di Jepang itu baru joint statement, nanti penandatanganan MoU di Indonesia bulan Juli mendatang," terang Myrna, Rabu (27/4).

Nantinya, lanjut Myrna, lokasi pertama yang akan ditanamkan teknologi bernama Sisemi tersebut adalah Kabupaten Meranti, Riau. Dan Pembangunan server untuk monitoring nantinya akan dilakukan di Badan Pengkajian dan Penerpan Teknologi (BPPT).

"Sehingga kita akan dapat melakukan pengawasan terhadap gambut secara real-time," imbuh Myrna.

Sebelumnya, Kepala BRG Nazir Foead menyatakan secara teknis peralatan tersebut akan ditanam di kawasan gambut dan memiliki sensor tersendiri untuk memberikan gambaran kepada monitor seberap lembap gambut di kawasan tersebut. "Jadi ketika airnya sudah mulai turun, dia akan memberikan sinyal yang langsung akan ditangkap server," ucap Nazir.

Cara tersebut, lanjut Nazir, akan lebih efektif ketimbang harus melihat citra satelit yang selama ini menjadi andalan untuk memantau titik dan lokasi kebakaran. Pasalnya, tidak selamanya hotspot yang berhasil dipotret oleh satelit memberikan indikasi kebakaran.

"Dan dengan adanya alat ini, kita bisa melakukan preventif secara lebih cepat," ucap Nazir. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya