Tingkatkan Pembangunan, Pemerintah Genjot Pendidikan Vokasi

Syarief Oebaidillah
26/4/2016 20:13
Tingkatkan Pembangunan, Pemerintah Genjot Pendidikan Vokasi
(ANTARA)

UPAYA pemerintah meningkatkan program pembangunan dengan infrastruktur yang lebih baik memerlukan banyak tenaga terampil. Oleh karena itu, pendidikan vokasi atau sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik harus diberi afirmasi.

Guna mewujudkan upaya itu berkesinambungan mesti ada pelatihan tambahan serta perhatian lebih khusus bagi pelajar yang mengambil bidang kejuruan, baik tingkat SMK dan politeknik.

Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani saat menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (26/4). Turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, praktisi pendidikan Indra Charismiadji, dan Wakil Ketua Komisi X DPR Utut Adianto.

Pemerintah, kata Puan, berkomitmen membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, bandara, jalan tol, jalur kereta api, bendungan, dan pembangkit listrik yang sedang dilakukan secara masif.

"Hal ini memerlukan ketersediaan tenaga kerja terampil. Karena itu, ke depan kita perlu memberikan perhatian dan penguatan yang lebih kepada pendidikan SMK kejuruan, vokasi, dan politeknik," cetusnya.

Putri Presiden ke-4 RI Megawati Soekarnoputri itu mengungkapkan, saat ini terdapat 1,3 juta lulusan SMK dan 70 ribu lulusan politeknik. Mereka mesti diberikan afirmasi, melalui retooling bekerja sama dengan industri dan Balai Latihan Kerja (BLK) ataupun STP Science and Techno Park (STP) agar memiliki keterampilan memadai.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud menyatakan pengembangan pendidikan vokasi terus ditingkatkan. Jumlah SMK untuk unit sekolah baru (USB) digenjot dari 20 SMK per tahun, mulai 2016 ini menjadi 341 SMK. "Jurusan juga akan ditambah, kemampuan siswa SMK ditingkatkan, terutama bidang vokasi maritim, pariwisata, dan pertanian," ungkapnya.

Ia menambahkan, Kemendikbud akan menindaklanjuti pembicaraan tingkat tingkat tinggi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kanselir Jerman Barat Angela Merkel di Jerman, pekan lalu. "Kita akan kembangkan kerja sama dengan Jerman untuk pengembangan SMK," tandasnya.

Sementara itu, praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai langkah Presiden Jokowi tepat mengembangkan vokasi karena wilayah Indonesia yang luas lebih membutuhkan SDM siap pakai. "Ini langkah tepat pemerintah sebab negara maju Jerman dan China juga genjot vokasinya," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Indra, pemerintah mesti serius menyiapkan SDM guru SMK yang andal agar mampu mencetak lulusan SMK yang siap pakai mengisi pembangunan di Tanah Air. Dia menyarankan Kemendikbud mengambil guru SMK terampil dari kalangan praktisi perusahaan dan industri agar siswa SMK lebih mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya