Inovasi Bibit Padi Harus Penuhi Triple Helix

26/4/2016 18:11
Inovasi Bibit Padi Harus Penuhi Triple Helix
(ANTARA)

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan inovasi pengembangan bibit unggul padi harus memenuhi unsur triple helix.

"Tripel helix itu, suatu inovasi bibit baru harus memenuhi tiga unsur yaitu peneliti, lalu digunakan oleh petani, dan pengguna," kata Menteri Nasir usai Penanaman Perdana Benih Padi Institut Pertanian Bogor (IPB) 3S, di Bogor, Senin (25/4).

Nasir mengatakan penyempurnaan bibit dilakukan oleh peneliti, lalu harus diuji coba oleh petani, dan hasilnya harus mampu diserap dan digunakan oleh masyarakat.

Penerimaan teknologi atau inovasi, menurut Menristekdikti, hal yang sangat sulit dilakukan. "Sebab banyak penelitian yang dilakukan, tapi kalau tidak disebarkan dan diperkenalkan, sama juga tidak berguna," katanya dalam keterangan pers, Selasa (26/4).

Dia menyambut baik inovasi yang dilakukan IPB dan ini harus bisa dihilirkan dan disebarluaskan untuk menunjang program swasembada pangan.

Menristekdikti mengajak perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan Fakultas Hasil Pertanian. "Dalam fakultas ini pengembangan hasil tani, traktor, hasil padi lalu yang paling penting adalah pengembangan industri kuliner," katanya.

Sementara itu, Rektor IPB Herry Suhardianto mengatakan benih IPB 3S memiliki kriterira daun runcing, batang kokoh, dan bulir banyak.

"Kami baru tiga kali melakukan penanaman dan uji coba jadi belum bisa memenuhi tuntutan Bapak Menristekdikti dan Presiden utk menunjang swasembada beras," tuturnya.

Namun, Herry yakin pihaknya akan mampu memenuhi tuntutan tersebut. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya