Gairah Swasta Bangun SDM Indonesia lewat Lomba Sains dan Matematika

Syarief Oebaidillah
24/4/2016 00:55
Gairah Swasta Bangun SDM Indonesia lewat Lomba Sains dan Matematika
(Foto Istimewa)

BABAK seleksi Olimpiade Sains dan Matematika atau Indonesia Science and Mathematics Olympiad Challenge (ISMOC) 2016 yang diselenggarakan Surya University bekerja sama dengan pihak swasta sukses digelar pekan lalu. Ribuan peserta tingkat SD, SMP, dan SMA antusias mengikuti seleksi serentak pada 20 kota di Indonesia.

Seleksi daerah itu merupakan tahap penyisihan peserta ISMOC 2016 yang nantinya dihelat dalam grand final tingkat nasional di Jakarta bertepatan International Youth Day, pada 11-12 Agustus mendatang.

Melalui keterangan tertulisnya kepada pers, Sabtu (23/4), Rektor Surya University Yohanes Surya berharap para pelajar mampu mengharumkan kembali nama bangsa di mata dunia dalam bidang Fisika dan Matematika internasional. Ia menegaskan bahwa 1-2% anak Indonesia berbakat. Berbagai prestasi bidang sains dan matematika pun telah diraih.

Ia mencontohkan pada 1993 ketika pertama kali Indonesia mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad) dan berhasil meraih medali. Sepanjang kiprah Yohanes, yang juga pencetus Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Indonesia telah meraih 54 medali emas, 33 medali perak, dan 42 medali perunggu dalam kompetisi sains atau fisika sejak 1993 hingga 2007.

Berbagai prestasi tersebut membuat Yohanes dan beberapa perusahaan ingin terus berkontribusi mengadakan lomba-lomba olimpiade. Tidak hanya lembaga pendidikan, beberapa perusahaan besar di Indonesia, antara lain Indomaret, bersama-sama ingin menciptakan para pelajar yang berdaya saing internasional.

"Cara paling efektif mengembangkan bakat melalui kompetisi yang membuat siswa terdorong bersaing dengan belajar keras meraih prestasi dan juara," ungkap Yohanes.

Ia menambahkan, ISMOC diharapkan mampu merealisasikan kapsul waktu 'Mimpi Indonesia' 2015-2045 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), salah satunya menjadi negara dengan SDM yang unggul.

Yohanes mencontohkan sekolah Indonesia bagian timur dan tengah yang amat antusias mengikuti ISMOC, seperti pelajar SMA Negeri 1 Fakfak, Papua, dan pelajar SD Fastabiqul Khairat, Samarinda.

Kini, para peserta menunggu pengumuman hasil seleksi pada 2 Mei mendatang yang dapat diunduh melalui laman www.ismoc.id. Peserta dengan peringkat tertinggi yang akan berkompetisi kembali di grand final nanti.

"Bagi peserta yang memiliki rating tertinggi pada proses penyeleksian daerah akan masuk final di Jakarta," imbuh Head of Technopreneurship Departement Researcher, Center for Technopreneurship and Innovation Surya University, Dessy Aliandrina. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya