Surakarta Gelar Pesta Tari 24 Jam Nonstop

23/4/2016 23:33
Surakarta Gelar Pesta Tari 24 Jam Nonstop
(ANTARA/Andika Betha)

TIDAK ada hentinya Kota Kerajaan Surakarta Hadiningrat atau Solo membuat mata tertuju padanya. Solo, yang juga tempat kelahiran dan kediaman Presiden Joko Widodo, kembali menyita perhatian lantaran pada 28-29 April 2016 yang bertepatan dengan Hari Tari Dunia, bakal menggelar Pesta Tari selama 24 jam.

Sekitar 6.000 penari dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian. Sementara satu grup tari asal Tiongkok dan tiga grup tari Malaysia juga tidak mau ketinggalan. Kesenian beda negara itu akan tampil memperlihatkan kreasi mereka di sejumlah lokasi, antara lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari bundaran Gladag hingga Kantor Balai Kota Surakarta, kawasan kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8, dan sejumlah mal.

Beragam konsep telah dikembangkan penyelenggara kegiatan dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Solo untuk membuat perhelatan tahunan ini makin bernilai. Khusus untuk edisi 2016, sekitar 6.000 penari akan tampil dengan mengusung tema besar 'Menyemai Rasa Semesta Raga'.

Maestro tari yang terdiri dari Ponity asal Banyuwangi, Jawa Timur, dan Ida Bagus Oka Wajana dari Bali, Samsuri, dosen tari ISI Solo, dan Mujosetyo, pemain Wayang Orang Barata Jakarta, yang bakal menari selama 24 jam, akan membagikan spirit keempuan kepada penari generasi muda untuk melestarikan tarian berbasis tradisional.

"Senior tari tradisional bisa diteladani generasi muda. Mereka masih bertahan menjadi penari meskipun sudah tidak menari. Semangat mereka melestarikan tari tradisional itu yang bisa menjadi bekal regenerasi tari dari akar tradisi," terang Rektor ISI Solo, Sri Rochana, Kamis (21/4).

Selain menyuguhkan sarasehan regenerasi tari tradisi, Sri mengutarakan pergelaran itu bakal disemarakkan pula dengan Seminar Internasional yang menampilkan pembicara Prof Tiantong Zhan dari Tiongkok, Prof Shahanum Mohd dari Malaysia, Narumol Thammapruksa dari Thailand, dan Wahyu Santoso Prabowo dari ISI Solo.

"Mereka sudah diakui kepakarannya. Lewat karya yang ditampilkan nanti diharapkan bisa menginspirasi penari lain," urainya, seperti dalam keterangan tertulisnya kepada pers, Sabtu (23/4).

'Solo Menari 24 Jam' akan dibuka, Kamis (28/4), pukul 15.30 WIB dan ditutup 24 jam kemudian. Acara digelar di sejumlah lokasi antara lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari bundaran Gladag hingga Kantor Balai Kota Surakarta, kawasan kampus ISI Surakarta, SMK Negeri 8, dan sejumlah mal. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya