Identitas Lokal Perkuat Arsitektur Nusantara

20/4/2016 23:09
Identitas Lokal Perkuat Arsitektur Nusantara
(Istimewa)

SIMBOL-simbol yang menunjukkan keaslian suatu daerah bisa memperkuat identitas budaya masyarakat di nusantara. Ornamen yang ada bisa menjadi simbol keaslian suatu daerah.

Pemikiran itu muncul ketika Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan ke Tiongkok, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut Menpar berkesempatan mengunjungi Hongcun Village, kampung tua berumur 400-500 tahun, yang tercatat oleh The World Cultural Heritage Site UNESCO 2000.

Pemikiran itu muncul tatkala Menpar melakukan perjalanan darat dari Stasiun Huangshan menuju ke Hongcun Village, sebuah kampung tua berumur 400-500 tahun, yang sudah tercatat oleh The World Cultural Heritage Site UNESCO 2000.

Kampung tua yang lebih cocok disebut desa wisata ini mengandalkan budaya kehidupan keseharian masyarakat di sana. Tidak ada bangunan yang diubah, arsitekturnya lama, bentuknya kuno, hanya interiornya yang dibuat lebih bersih, lebih cantik.

Bahan-bahan materialnya juga masih original, yang pernah menjadi saksi kepemimpinan Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Saluran airnya masih tradisional, kecil-kecil tetapi mengalir, bermuara ke kolam besar, yang oleh warga dijuluki Danau Nanhu.

Danau yang dibangun 1607, banyak pepohonan tua yang mengelilingi, dan ada track memotong danau di tengah. Dari situ bisa masuk ke gang-gang kampung selebar 1,5 meter itu.

Ada sekitar 140 rumah heritage asli dan dilindungi, yang dijadikan kafe dan tempat penjualan souvenir. Hongcun Village merupakan tempat lokasi syuting film peraih Oscar Crouching Tiger Hidden Dragon garapan sutradara Ang Lee. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya