Penggunaan Logo Perlu Digalakkan Dongkrak Pariwisata

15/4/2016 23:00
Penggunaan Logo Perlu Digalakkan Dongkrak Pariwisata
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

MASYARAKAT Marketing Indonesia (Market-IND) menggagas usulan penggalakkan penggunaan logo Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia pada produk dan jasa penunjang pariwisata. Cara itu dilakukan untuk memperkuat keduanya sebagai national branding yang pada akhirnya semakin menggenjot pariwisata Indonesia.

Menurut salah seorang pendiri dan pengurus Masyarakat Market-IND, Popy Rufaidah, program pelabelan akan membuat produk dan jasa buatan dalam negeri kian sinergis dengan pariwisata nasional itu, sekaligus meningkatkan pemasarannya.

Popy, yang juga Ketua Program Magister Manajemen Universitas Padjadjaran itu yakin, cara tersebut berpeluang meningkatkan pariwisata Indonesia. "Berbagai program kami, salah satunya labelisasi tadi, diharapkan akan mendongkrak posisi Indonesia pada The Travel and Tourism Competitiveness Index 2016," kata Popy dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (15/4).

Pada 2015 lalu, posisi Indonesia pada The Travel and Tourism Competitiveness Index masih menempati peringkat 50. Popy menunjuk keunggulan Indonesia pada daya saing produk dan jasa menjadi celah potensial yang bisa didayagunakan. "Keunggulan harga produk dan jasa itu menempatkan Indonesia pada ranking tiga,” katanya.

Melalui pemasaran dan branding produk dan jasa dalam negeri itu lah, lanjut Popy, diharapkan peningkatan posisi pada The Travel and Tourism Competitiveness Index itu bisa didapatkan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, Indonesia dikenal dengan produk dan jasa kreatif dan inovatif. Namun ia menyayangkan, keunggulan tersebut belum dimanfaatkan optimal sebagai salah satu pemberi ciri destinasi nasional.

Karena itu, Menpar menyambut baik gagasan Market-IND tersebut. "Langkah untuk meningkatkan daya tarik pariwisata, salah satunya melalui aktivitas marketing dan branding produk dan jasa penunjang kepariwisataan dalam negeri," kata Menpar. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya