Penderita Hipertensi di Babel Tertinggi di Indonesia

Antara
13/4/2016 22:45
Penderita Hipertensi di Babel Tertinggi di Indonesia
(Ilustrasi--Data 2015)

DINAS Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan, penderita hipertensi di provinsi itu tertinggi se-Indonesia karena pola makan masyarakat yang tidak seimbang.

"Rata-rata penderita hipertensi mencapai 25,4%, sementara angka nasional hanya 21%," kata Sekretaris Dinkes Kepulauan Babel, Supriyadi di Pangkalpinang, Rabu (13/4).

Ia menjelaskan, kasus hipertensi itu terbilang tinggi, karena pola makan masyarakat rendah serat atau hanya mengonsumsi nasi dan lauk pauk saja.

"Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur mayur rendah. Ini sulit diubah karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat secara turun temurun, sehingga perlu sosialisasi pentingnya mengkonsumsi buah dan sayuran," ujarnya.

Selain itu, kata dia, kasus hipertensi ini tinggi juga karena tingkat perokok aktif juga tinggi. Rata-rata perokok aktif menghisap rokok di Kepulauan Babel mencapai 18,3 batang rokok per hari, sementara angka nasional hanya 12 batang per hari.

"Risiko peningkatan kasus hipertensi ini sangat tinggi, sehingga perlu kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat," ujarnya.

Menurut dia, hipertensi akut akan berlanjut ke berbagai penyakit tidak menular lainnya seperti jantung, stroke, penyakit paru obstruktif, kanker paru, dan mulut yang membahayakan jiwa penderita.

Untuk itu, kata dia, diimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku CERDIK yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin berolah raga, diet sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres dengan baik, karena dapat mencegah hipertensi.

"Kita berharap masyarakat berprilaku CERDIK, agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Lebih baik mencegah dari pada mencegah penyakit tersebut yang membutuhkan biaya yang cukup besar," ujarnya. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya