Seniman akan Dilibatkan Mengajar Ekskul di Sekolah

Syarief Oebaidillah
13/4/2016 21:11
Seniman akan Dilibatkan Mengajar Ekskul di Sekolah
(Ilustrasi)

GUNA mengembalikan seni ke sekolah, gerakan Seniman Masuk Sekolah (SMS) akan melibatkan 100 seniman untuk diterjunkan ke sekolah sekolah pada 20 provinsi di Tanah Air. Hal itu merupakan bagian dari salah satu upaya pelestarian budaya dan kegiatan unggulan yang diluncurkan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini.

"Selama ini sekolah-sekolah kita terkesan lebih fokus pada akademik dan kurang kegiatan kebudayaan dan kesenian sehingga timpang dan tidak merata. Maka, gerakan SMS inih menjadi salah satu upaya kita membawa seni kembali pada sekolah," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, didampingi Setditjen Kebudayaan Nono Adya Supriyatno dalam acara bincang santai di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (13/4).

Menurut Hilmar, Ditjen Kebudayaan ingin menonjolkan pelibatan publik dalam setiap program dan kegiatannya. Pihaknya pun akan mengelola seoptimal mungkin upaya pelestarian kebudayaan. Karena itu, pelibatan para seniman dalam program tersebut sangat penting guna menjaga pelestarian budaya di Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi, Direktorat Kesenian dan Perfilman, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Kuat Prihatin, menambahkan keberadaan guru kesenian di Indonesia masih minim. Ia mencontohkan pada sebuah sekolah yang harus memanfaatkan guru IPA dalam mengajar kesenian.

Kondisi itu menjadi kerisauan dunia kesenian dalam pendidikan. Dia berharap program SMS turut membantu pengajaran seni di sekolah sekaligus melestarikan kesenian lokal pada daerah-daerah di Nusantara.

Ditambahkan, program itu juga akan menerjunkan 100 seniman dengan 100 pendamping bagi 4.000 pelajar di 20 provinsi. Pihaknya akan merekrut seniman lokal untuk mengajar kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Para seniman lokal akan mengajarkan lima kesenian seperti seni tari, musik, teater, seni lukis, dan seni rupa.

Adapun sistem pembelajaran dengan sistem klaster atau satu sekolah diperuntukkan mengajarkan satu kesenian, ini berarti tidak satu sekolah dijadikan tempat dalam mengajarkan lima materi pelajaran kesenian tersebut.

"Jadi peserta dari sekolah lain bisa berkumpul di satu sekolah untuk belajar satu kesenian yang diminati. Kita akan mulai gerakan SMS ini akhir April tahun ini," ungkap Kuat Prihatin.

Saat ditanya tentang pemilihan 100 seniman, ia menyatakan pihaknya bekerjasama dengan dinas pendidikan atau dinas kebudayaan di daerah di 20 provinsi karena mereka yang paling mengetahui kompetensi seniman lokal di wilayah masing masing. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya