Representasikan Kanker Melalui Kursi

Melati Yuniasari Fauziyah
13/4/2016 15:26
Representasikan Kanker Melalui Kursi
(MI/Atet Pramadia)

PELELANGAN kursi dalam pameran Chairity Indonesia 2016 terus mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya partisipan yang menghubungi Yayasan Kursi Putih (Kupu) untuk mengikuti pelelangan kursi hasil karya 50 seniman dalam dan luar negeri yang hasilnya akan disumbangkan kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Nilai seni yang tergambar melalui kursi-kursi tersebut pun menarik beberapa pasang mata dari pengungjung yang melewati pameran di Plaza Indonesia tersebut. Namun, masih ada pula beberapa pengunjung yang belum mengetahui bahwa kursi-kursi tersebut hendak dilelang.

Hal tersebut disampaikan Nuring, relawan YOAI. "Iya ada beberapa pengunjung yang lihat-lihat, terus nanya ini dijual atau enggak. Banyak juga yang suka sama kursi hasil karya Heri Dono, mungkin karena (kursi) bisa nyala," tuturnya, Rabu (13/4).

Kursi dipilih Imis Iskandar, Cofounder Chairity, sebagai media dan alat penyampaian pesan karena kursi merupakan sebuah benda yang dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari, dimana setiap rumah memiliki sebuah kursi. Layaknya seseorang yang terkena kanker, sebuah kursi baru akan diperhatikan ketika patah atau pun rusak.

"Di setiap rumah kan pasti ada kursi yang digunakan untuk segala hal, tapi kita baru akan memperhatikan dan sadar ketika kursi itu rusak. Sama kaya kanker, baru akan terlihat ketika seseorang sudah terkena kanker," jelasnya.

Menurutnya, kursi merupakan sebuah benda penting yang digunakan oleh setiap orang tanpa melihat status dan dari mana ia berasal. Namun terkadang, kursi dianggap biasa dan dibiarkan begitu saja, kecuali jika sudah rusak. Dan baru akan diperhatikan jika menjadi milik pribadi.

"Sama seperti kanker. Kita semua tahu sel-sel kanker ada pada diri kita, baik yang aktif ataupun tidak. Tetapi saat kanker itu menyerang seseorang yang dekat dengan kita, atau bahkan kita sendiri, kita baru sadar rasa sakit dari penyakit ini," lanjutnya.

Dalam kegiatan Chairity Indonesia 2016 ini, kursi yang dipamerkan tidak hanya berasal dari hasil karya seniman maestro saja namun juga terdapat dari beberapa kalangan seniman non-profesional seperti Komisaris Jendral Anang Iskandar, Jessica Claire, Belinda Rosalina, serta Nathania Berniece Zhong dan Fidelia Jakin. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya