Kampus Strategis Topang SDM Pariwisata

Syarief Oebaidillah
12/4/2016 23:35
Kampus Strategis Topang SDM Pariwisata
(ubay)

KEBERADAAN kampus dalam mendidik dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang memajukan bangsanya sangat dibutuhkan menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan era globalisasi. Begitu pula kontribusi kampus dalam menopang kemajuan pariwisata di Tanah Air sangat dinantikan.

"Kampus di Indonesia dan khususnya UBM tentu kita butuhkan dapat berkontribusi dalam mendukung dan menopang pembangunan pariwisata kita," kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Tazbir Abdullah, pada acara Universitas Bunda Mulia (UBM) Corner bertajuk 'Peran Kampus Mengawal Industri Pariwisata di Era MEA' di Jakarta, Selasa (12/4).

Ditambahkan Tazbir, dalam memenuhi kebutuhan SDM itu memang diperlukan peran aktif kalangan kampus atau perguruan tinggi bersama kalangan industri untuk duduk bersama memajukan pariwisata Indonesia yang terus menggeliat. Menurutnya, dalam lima tahun ke depan, sektor pariwisata diprediksi dapat mengalahkan sektor komoditas sebagai pencetak devisa negara.

Dikatakan pula pada 2019 pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan Nusantara. Karena itu, guna mencapai target tersebut, pemerintah melakukan berbagai terobosan terutama dari sisi regulasi. Salah satunya, kata Tazbir, pemerintah sudah membuka bebas visa kepada 150 negara dan kemudahan perizinan kapal pesiar.

Wakil Rektor UBM, Tonny Hendratono, menyatakan pihaknya siap mencetak SDM pariwisata dengan berbagai program studi (prodi) yang dapat mengisi kekurangan SDM tersebut. Namun, ia mengingatkan dewasa ini masih cukup banyak tantangan yang dihadapi sektor pariwisata di Tanah Air, selain masalah SDM, seperti infrastruktur, pengembangan produk wisata, koordinasi antara pusat dan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan paradigma pemasaran.

Ia mengungkap data kualifikasi tenaga kerja di Indonesia masih didominasi pendidikan SD dan SMP sebanyak 55,3 juta. "Jadi, kebutuhan suplai SDM, terutama di sektor pariwisata semakin mendesak seiring MEA," ujarnya.

Tonny juga menyebutkan data pada 2014 jumlah wisman ke Indonesia hanya sebesar 9,43 juta, masih jauh dengan negara ASEAN lainnya. Contohnya, Malaysia dan Thailand yang masing-masing 27,4 juta dan 24,7 juta, juga Singapura 15,1 juta wisman. "Padahal, keindahan alam kita termasuk terindah di dunia. Jadi, mari kita dukung memajukan program pariwisata pemerintah kita dengan segala upaya kita bersinergi bersama," pungkasnya. (Bay/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya