Ekosistem Teluk Palu Terancam

Agus Utantoro
12/4/2016 20:15
Ekosistem Teluk Palu Terancam
(ANTARA/MOHAMAD HAMZAH)

SUNGAI PALU, Sulawesi Tengah, sampai saat ini masih sering digunakan oleh masyarakat sepanjang sungai tersebut sebagai tempat pembuangan sampah, baik sampah padat maupun sampah cair. Hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang masih rendah. Jika dibiarkan terus berlangsung hal itu dapat mengancam ekosistem Teluk Palu.

Hal tersebut ditegaskan staf pengajar Universitas Palu, Silviani saat ujian terbuka Program Doktor Bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Gadjah Mada, Selasa (12/4). Silviani didampingi promotor Prof Dr dr KRT. Adi Heru Husodo., M.Sc dan ko promotor, Prof Dr M Baiquni, M.A, promovenda mempertahankan disertasi Kajian Pendekatan Konsep Ecohealth Terhadap Kesehatan Lingkungan Nelayan Pesisir Pantai Teluk Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

"Keterbatasan armada pengangkut sampah Pemerintah Kota Palu membut sampah semakin bertumpuk sehingga mendorong masyarakat kembali membuang sampah di sungai", ujar Silviani.

Menurut Silviani berbagai penelitian dengan mengambil tema Teluk Palu sesungguhnya telah banyak dilakukan. Hanya saja selalu berdiri sendiri, yaitu dengan pendekatan secara sosial, ekonomi, politik maupun kesehatan.

"Sementara pendekatan EcoHealth merupakan pendekatan kesehatan secara ekosistem yang konsisten dengan kesehatan populasi, dengan mempertimbangkan faktor saling mempengaruhi yang dinamis antarfaktor penentu dan hasil kesehatannya," tuturnya.

Dari pengamatan yang dilakukan, Silviani menuturkan pembangunan yang dikembangkan di kawasan pesisir dan laut Teluk Palu menjadi ancaman masa depan bagi masyarakat, lingkungan dan ekosistem di laut Teluk Palu. Apalagi, jika pemerintah daerah hanya memfokuskan pembangunan untuk menghasilkan pajak dan retribusi, usaha tambang galian C dengan melupakan nilai-nilai lingkungan maka akan menimbulkan bencana bagi ekosistem pantai Teluk Palu.

Karena itu, membangun wilayah pesisir dan laut Teluk Palu dihadapkan pada masalah pembangunan yang terkait erat dengan konsep pengelolaan pesisir dan laut Teluk Palu. Untuk itu membangun wilayah pesisir dan laut Teluk Palu berkelanjutan dan lestari sangat diperlukan sebagai satu kesatuan wilayah.

"Kawasan ini masuk dalam administratif Pemerintahan Kabupaten Donggala dan Kota Palu yang seharusnya bisa melahirkan kebijakan memihak rakyat. Secara umum ada 15 prinsip dasar yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan kawasan pesisir," papar Silviani.(OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya