Badan POM tidak Temukan Kesalahan pada Kandungan Bupavacaine

Fetry Wuryasti
12/4/2016 18:31
Badan POM tidak Temukan Kesalahan pada Kandungan Bupavacaine
(Ilustrasi)

DEPUTI Bidang Pengawasan Produk Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) Tengku Bahdar Johan Hamid mengatakan, setelah melakukan berbagai percobaan laboratorium, pihaknya tidak menemukan masalah pada zat Bupavacaine, baik dari sampel di rumah sakit terkait maupun di distributor dan pabriknya.

"Kami telah mengecek pada nomor produksinya, yaitu 20144, dan semuanya memenuhi syarat. Sehingga belum diketahui kesalahan ada pada siapa," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/4).

Sebelumnya, sebanyak tiga pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu, Lampung, pada 2-6 April lalu, setelah mendapat obat anestesi Bupivacaine injeksi produksi PT Bernofarm.

Yang dimaksud dengan hasil laboratorium memenuhi syarat seperti diutarakan Bahdar bahwa injeksi tersebut memang berisi bupivacaine dengan konsentrasi yang masih dalam batas toleran. Kasus ini berbeda dengan kasus sebelumnya yakni tertukarnya buvanest dengan trexamanat. Selama ini, kata Bahdar, Bupivacaine pun telah digunakan di berbagai institusi rumah sakit sebagai anestesi dan belum pernah mengakibatkan kematian.

"Kita telah ambil sampel obat tersebut dengan nomor badge-nya 20144, baik dari rumah sakit, distributor di Lampung, dan pabriknya di Surabaya (Jawa Timur). Kami telah cek secara sterilitas dan retains sampel yang disimpan. Ternyata hasilnya memenuhi syarat. Oleh karena itu, penyelidikan lebih dalam masih dilakukan baik oleh kami, Kemenkes, dan polisi," tukas Bahdar.

Pengawasan untuk obat anestesi, lanjut dia, audit pada PT Bernofarm telah mereka lakukan pada Februari lalu. Dia juga sangsi apabila terjadi penyimpangan secepat itu.

"Kami sudah lalukan kontrol ketat, terakhir audit kami lakukan Februari. Obat ini memang digunakan di mana-mana dan tidap berakibat apa pun sehingga belum diketahui di mana kesalahannya. Namun, Badan POM akan terus mengecek PT Bernofarm secara intensif," tukas Bahdar. (Try/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya