Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyarankan Presiden Jokowi membenahi pendidikan kejuruan yang sudah ada. Hal itu dinilai jauh lebih efisien daripada membuat yang baru.
Saran tersebut dikemukakan Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik ATMI Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (12/3). "Daripada buat baru, mending yang sudah ada dikembangkan. Nanti saya akan bicarakan juga ini dengan Menristek Dikti dan Mendikbud," katanya.
Sri Adiningsih mengatakan, dari kunjungannya ke berbagai daerah permasalahan yang dihadapi pendidikan kejuruan baik formal maupun informal adalah keterbatasan fasilitas pendukung. Utamanya untuk kegiatan praktik kerja yang menjadi nilai tambah pendidikan kejuruan.
Sri Adiningsih belum lama ini melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (LPK) yang ada di Jayapura. Bangunannya lumayan luas, tetapi sayang fasilitas pendukungnya sangat minim.
"Mesin yang digunakan untuk praktek siswa di sana umurnya sudah 30 tahun lebih dan belum pernah diganti. Dan, masih banyak BLK yang seperti itu," katanya.
Selain yang sudah uzur, jumlah fasilitas untuk kegiatan praktek juga sangat kurang. Kalau dirata-rata setiap satu mesin digunakan oleh 25 orang siswa, jauh dari ideal. "Idealnya satu mesin satu siswa, seperti yang diterapkan di ATMI ini" jelas Sri Adiningsih.
Dengan kondisi serba terbatas seperti itu sulit bagi pendidikan kejuruan untuk menghasilkan lulusan berkualitas. Data teknis menunjukkan persentase lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tidak bekerja lebih tinggi dari lulusan sekolah menengah atas (SMA).
Data itu menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan pendidikan kejuruan. Logikanya lulusan SMK pasti lebih mudah diserap oleh dunia kerja, karena sudah memiliki bekal keterampilan. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved