Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organizaation Regional Open Learning Centre (Seameo Seamolec) mengembangkan pendidikan lingkungan (pepeling) berbasis daring (online).
Menurut Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas Agus Suhatman, pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp300 juta guna menyediakan fasilitas berupa sarana prasarana dan kesiapan modul.
"Bentuknya memang bukan seperti kurikulum di sekolah. Jadi semacam ekstrakurikuler untuk mengenalkan pendidikan lingkungan, terutama yang ada di kebun raya ini," ujarnya saat Perayaan Ulang Tahun ke-164 Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas di Cipanas, Jawa Barat, Senin (11/4).
Secara teknis, jelas dia, guru akan diundang untuk mengikuti pelatihan (workshop) selama lima hari. Usai dibekali berbagai pengetahuan, nantinya secara masif informasi itu akan disampaikan kepada anak murid di sekolah.
Sederhananya, terang Asep, edukasi itu diberikan guna memberikan pengetahuan kepada siswa mengenaai jenis-jenis tumbuhan beserta manfaatnya. Selain itu juga untuk pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di lingkungan kebun raya.
"Sekolah yang kita libatkan masih terbatas di sekitar Cipanas saja. Tapi ke depan, kita upayakan bisa mencapai jangkauan yang lebih luas lagi," tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Deputi Direktur Program Seamolec Ith Vuthy menambahkan, program pepeling itu dibuat dalam bentuk digital. Sehingg siswa akan lebih mudah mengakses pengetahuan lingkungan.
"Kita juga akan awasi pelaksanaannya di sekolah lewat online. Jadi memang seperti pendidikan jarak jauh," ucapnya.
Lebih penting, tambah pria asal Kamboja itu, keberhasilan program pepeling yang masih dalam proses perencanaan itu bakal menjadi contoh bagi negara lain di ASEAN.
"Kalau pilot project-nya berhasil, kita lempar ke ASEAN. Karena masalah lingkungan ini masalah bersama, khususnya mulai dari Myanmar hingga Timor Leste," pungkasnya. (Mut/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved