Menpar Beberkan Great Spirit di Jatinangor

11/4/2016 00:15
Menpar Beberkan Great Spirit di Jatinangor
(MI/ROMMY PUJIANTO)

MENTERI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjadi inspirator pada acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Angkatan XLII Kelas D, di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (8/4). Sekitar 60 peserta di Auditorium Graha Giri Wisesa PKP II A I LAN itu pun khusyuk mendengarkan paparan Mantan Dirut PT Telkom Indonesia yang sukses membuat laba BUMN itu naik dua kali lipat.

Arief pun memaparkan resep dan pengalamannya. "Elemen dasarnya sama, yang pernah saya bukukan dalam ‘Great Spirit Grand Strategi’, dua hal yang saling melengkapi. Keduanya tidak bisa dipisahkan, tidak bisa dikesampingkan. Kunci sukses seorang pemimpin ialah harmonisasi spirit dan strategi itu. Dalam filosofi Tiongkok, ada yin dan yang. Di dalam putih ada hitam, di dalam hitam ada putih,” jelas Menpar, yang dinobatkan sebagai Marketeer of the Year oleh MarkPlus pada 2013.

Semangat (spirit) itu, lanjut Arief, menyangkut heart (hati), soft aspect dari sebuah organisasi serta karakter sebagai hasil dari olah ruh dan olah rasa. Spirit berkaitan dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan dasar (basic belief), nilai-nilai (core values), dan perilaku (common behavior) yang utama dan mulia.

Sedangkan strategi menyangkut head (pikiran), hard aspect dari sebuah organisasi serta kompetensi sebagai hasil olah rasio dan olah raga. Strategi berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi ekselen yang terbangun dari hasil analisis dan daya pikir yang mumpuni. Spirit merupakan hasil dari 'leading people' dan strategi merupakan hasil dari 'managing business'.

“Perpaduan yang solid antara heart dan head, hati dan pikiran, dada dan kepala, itulah yang dibungkus dalam judul Great Spirit dan Grand Strategy. Konsep itu menjadi keunggulan bersaing atau competitive advantage, yang sulit terkalahkan, bahkan sulit ditiru oleh para pesaingnya. Saya sering menyebut ini lah the unusual way to win bagi Telkom kala itu,” ungkap dia seperti rilis yang diterima redaksi, Minggu (10/4).

Arief tidak bermaksud mengarahkan peserta diklat seperti BUMN yang pernah dipimpinnya. Juga tidak ingin menggiring pada prinsip-prinsip korporasi yang tidak mudah diterapkan oleh para calon pemimpin institusi negara itu. Dia hanya menyampaikan konsep ideal spirit orang bekerja, dan membangun strategi masa depan. Dan, menurut Menpar, hal itu bisa diterapkan di semua level dan bisa dijalankan di semua instansi.

Arief juga menawarkan perspektif baru yang orisinil mengenai rahasia suksesnya memimpin korporasi besar seperti Telkom. Ada tiga pilar konsep penopang sukses yang harus berkesinambungan, yakni corporate philosophy, leadership architecture, dan corporate culture. Itu merupakan senjata pamungkas bagi pemimpin paripurna dalam membawa organisasi menuju sukses jangka panjang selama puluhan bahkan ratusan tahun.

“Semangat atau spirit itu jauh lebih hebat dari strategi. Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses,” kata-kata Arief Yahya yang sering disampaikan saat memotivasi orang. Memang, semangat saja tidak cukup, tetapi tanpa semangat seperti menegakkan benang basah. Ibarat menyalakan api di ruang kedap udara. Kalau pun sukses, itu seribu banding satu karena faktor-faktor nonteknis yang tidak bisa ditularkan. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya