Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Komodo, Labuan Bajo, sudah mendunia. Mamalia langka yang oleh warga Flores sering disebut 'buaya darat' itu pernah masuk nominasi Tujuh Keajaiban Dunia Baru dan sukses merebut perhatian publik. Kini, Labuan Bajo masuk dalam program percepatan 10 tujuan pariwisata teratas oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Sebagai langkah awal, tim kelompok kerja (Pokja) 10 Top Destinasi yang diketuai Hiramsyah Sambudhy Thaib telah menggelar Focus Group Discussion (FGC) yang menghadirkan pemangku kepentingan dan stakeholder setempat. Shana Fatina, anggota tim 10 Top Destinasi, mengkoordinasi FGD pada 5 April lalu di Sebayur Room, Luwansa Hotel.
"Integrated planning untuk pengelolaan ekowisata Flores. Menajamkan komitmen Pemda, Taman Nasional, dan stakeholer untuk mendukung pembentukan single management, single destination, dalam mengelola destinasi wisata Flores. Lalu, Pembentukan tim percepatan daerah. Itulah target FGD ini," jelas Shana seperti rilis yang diterima pers, Minggu (10/4).
Dalam kata sambutannya, Yoseph Tote, Bupati Manggarai Timur, meyakinkan bahwa sektor wisata harus digenjot agar menaikkan pertumbuhan ekonomi lokal. Dan itu harus tersistem, terukur, dan berkelanjutan. "Labuan Bajo sebagai pusat pengembangan destinasi Flores diharapkan dapat menghidupkan industri lokal dengan segera," ujar Bupati.
Tote juga menyebutkan, pariwisata Flores memiliki nuansa dan prinsip eko, melestarikan lingkungan. Sayangnya, Bupati Manggarai Barat berhalangan hadir di FGD itu. Namun, sebetulnya Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur memiliki akar budaya yang sama karena memang dulu berada dalam satu kabupaten.
Sementara itu, Frans Teguh, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, mengungkapkan pihaknya berkewajiban membangun ekosistem ekowisata Flores yang berkelanjutan. Kemudian memperhitungkan carrying capacity dan distribusi wisatawan.
"Atraksi pariwisata Flores itu sudah berkelas dunia, tapi aksesibilitas dan amenitas masih kelas lokal. Itulah yang akan kita carikan solusinya," ungkap Frans. (RO/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved