Kesempatan Menyumbang di Chairity Masih Terbuka Lebar

Richaldo Y.Hariandja
08/4/2016 17:56
Kesempatan Menyumbang di Chairity Masih Terbuka Lebar
(MI/Ramdani)

AJANG amal dalam wujud pameran bertajuk Chairity Indonesia 2016 masih membuka kesempatan bagi para kolektor dan filantropis untuk berpartisipasi hingga 25 April mendatang. Hingga kini, baru terdapat nominal Rp110 juta untuk 2 kursi yang diminati pengunjung untuk membeli kursi yang dipamerkan tersebut.

"Sebenarnya ada enam sampai delapan orang yang menyatakan minat mereka, tapi sayangnya (mereka) belum mengisi formulir persyaratan," terang Cofounder Chairity Imis Iskandar, Jumat (8/4)

Sebanyak 52 kursi dipamerkan dalam ajang Chairity yang berlokasi di Pusat Perbelanjaan Plaza Indonesia, Jakarta. Menurut Imis, dirinya percaya nominal yang akan dikumpulkan akan fantastis mengingat para seniman yang mendesain kursi tersebut memiliki minimal harga karya lebih dari Rp100 juta.

"Bahkan, untuk karya Heri Dono (salah satu seniman yang berpartisipasi) minimal Rp300 juta, kalau para kolektor tahu, pasti mereka akan rebutan," imbuh Imis.

Lebih jauh, Imis menyatakan untuk para peminat saat ini masih didominasi oleh donatur yang berpartisipasi karena hasil lelang akan disumbangkan bagi Yayasan Kanker Indonesia, serta Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Bahkan, dikatakan Imis, dirinya melihat langsung emosi yang terpancar dari para pengunjung yang datang dalam pameran tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, Imis melihat satu pengunjung yang meneteskan mata melihat rentetan Kursi yang dipajang tersebut. "Itu karena tiap kursi mengisahkan soal kanker, bisa jadi orang itu pernah merasakan penderitaan sebagai pengidap atau orang terdekat dari pengidap," tambah Imis.

Sementara itu, Relawan YOAI, Suci yang ditemui dalam pameran menyatakan nantinya uang hasil pameran akan digunakan untuk penambah dana operasional kegiatan mereka. Pasalnya, YOAI sendiri merupakan lembaga Peduli Kanker yang keseluruhan dananya menggantungkan diri dari para donatur. "Karena itu, kegiatan-kegiatan seperti ini sangat membantu kami," ucap Suci.

Dikatakan Suci, penderita kanker umumnya terus bertambah, hal itu berdasarkan adanya daftar tunggu penghuni rumah singgah yang dimiliki YOAI, Graha YOAI. Olah karena itu, memperbanyak cakupan rumah singgah akan membantu Yayasan yang bergerak di bidang serupa untuk menolong pasien yang tidak memiliki keluarga di Jakarta. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya