Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menepis pendapat yang menilai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 tidak ramah bagi kalangan disabilitas khususnya penyandang tunanetra.
"Janganlah terburu buru menilai kita diskriminatif dan jangan sensasional karena apa yang diduga dan digambarkan pelaporan itu tidak mencerminkan hal sebenarnya," kata Anies, Kamis (7/4).
Seperti diberitakan, posko pengaduan UN Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menemukan laporan di sejumlah provinsi tidak ada naskah soal UN huruf braille sehingga UN terkesan diskriminatif kepada kalangan tunanetra.
Anies menyatakan jajarannya telah bekerja keras memfasilitasi pelaksanaan UN diantaranya permintaan dari kota Surabaya untuk soal UN disabilitas dengan baik. "Kita menerima laporan dan segera kita antisipasi namun yang kerap terjadi begitu masalah muncul dan terlambat laporannya maka pusat yang sering disalahkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Anies menyatakan secara umum pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat pada UN berbasis kertas hari terakhir Rabu (6/4) secara nasional.
Sesuai hasil informasi yang dihimpun secara nasional oleh Posko UN dan pemantauan langsung di lapangan, penyelenggaraan UN secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Adapun jika terdapat masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan segera menurut skalanya dan sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) UN,” cetus Anies.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Posko UN Kemendikbud dari lima satuan kerja, yakni Biro komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Inspektorat Jenderal (Itjen), Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan (SetBalitbang), Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) jumlah pengaduan dibandingkan tiga tahun terakhir menurun drastis jumlahnya.
Jumlah laporan yang dihimpun sejak dua hari menjelang UN hingga hari keempat UN pada tahun 2013 berjumlah 622 pelapor, tahun 2014 berjumlah 587 pelapor, tahun 2015 berjumlah 365 pelapor, dan tahun 2016 berjumlah 184 pelapor. “Ini menunjukan adanya penurunan yang luar biasa terhadap permasalahan UN,” ungkap Anies.
Saat ditanya tindak lanjut temuan kasus kebocoran UN oleh pihak kepolisian di sejumlah daerah, Anies menyatakan menyerahkan pada kepolisian dan tim Inspektorat Jenderal Kemendikbud." Kami masih fokus UN agar tidak timbul kegaduhan karena UN Berbasis Komputer (UNBK) masih berlangsung hingga Senin depan," ujarnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved