Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUT data Balitbang Kementerian Kesehatan pada 2013, diketahui sebanyak 347.792 orang atau sekitar 14% per mil dari jumlah penduduk Indonesia yang mengidap penyakit kanker. Adapun berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar 2013, Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan penderita kanker terbanyak, yakni hingga mencapai 68.638 orang.
Di Indonesia, kanker merupakan penyakit dengan penyumbang angka kematian ketiga terbesar. Melihat hal ini, dr Venita, Head of Palliative Service Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta menilai urgensinya penanganan terhadap penyakit tersebut.
"Tiga tahun lalu (2013), menurut WHO, terdapat 14 juta kasus baru. Kalau ini tidak ditangani, diprediksikan angkanya akan meningkat hingga 23 juta. Di Indonesia, kanker masih sebagai penyumbang angka kematian terbesar, top three, begitu pun di dunia. Karena itu begitu penting kita dalam menangani ini," ungkapnya dalam acara Chairity Indonesia 2016, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).
Ia pun mencontohkan, ketika acara Chairity itu berlangsung, dalam setiap satu jam terdapat satu wanita yang meninggal akibat penyakit kanker serviks yang dideritanya. "Coba bayangkan hingga acara ini selesai, berapa banyak wanita yang meninggal dunia," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) Rahmi Adi Putra Tahir mengatakan bahwa kegiatan sosial Chairity yang berlangsung hingga 24 April sangat membantu YOAI, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam pengobatan.
Di YOAI, lanjutnya, program pertama yang dimiliki ialah untuk membantu biaya pengobatan anak yang terkena kanker. "Memang ada yang sudah terkover oleh BPJS tapi ada juga yang belum, YOAI akan membantu yang belum terkover ini," ujarnya.
Dengan adanya kegiatan Chairity, ia pun merasa terbantu. Terlebih untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap penyakit kanker.
Ia pun mengungkapkan, meski seniman-seniman Indonesia tidak seperti seniman di luar negeri dalam segi ekonomi, ia begitu terharu dan tersentuh melihat betapa besarnya bentuk kepedulian dan solidaritas dari para seniman yang berpartisipasi dengan menyumbangkan karya-karya mereka.
"Seniman Indonesia tidak seperti di luar negeri dalam hal ekonomi, tapi masya Allah, saya begitu terharu melihat bentuk kepedulian mereka," ungkapnya.
Cofounder Chairity Imis Iskandar pun berharap kegiatan sosial ini dapat menjadi kegiatan tahunan agar dapat terus membantu para penderita kanker.
"Ingin bikin lagi, semoga dapat dukungan dari banyak pihak supaya bisa diadakan tiap tahun. Ya mungkin nanti bisa pakai media lain selain kursi," tutupnya. (Mel/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved