Listrik Biarpet Buat RSUP Sardjito Kerepotan

Agus Utantoro
07/4/2016 13:31
Listrik Biarpet Buat RSUP Sardjito Kerepotan
(Foto Istimew)

RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta mengaku kerepotan untuk menjaga kondisi kesehatan pasien terutama bayi dan balita. Hal ini bukan disebabkan kurangnya tenaga medis dan paramedis, peralatan pendukung kesehatan maupun obat-obatan.

Kondisi tersebut disebabkan sering matinya listrik (biarpet) dari PLN. "Bisa belasan kali per hari," kata Kepala Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Trisno Heru Nugroho, Kamis (7/4).

Ia mengemukakan selama ini RSUP Dr Sardjito Yogyakarta selalu membayar listrik dengan nominal lebih dari Rp1 miliar per bulan. Namun ternyata harus menghadapi seringnya mati listrik.

Heru mengungkapkan, selama Maret 2016 listrik PLN mati hingga 19 kali. "Rinciannya tanggal 1 Maret mati listrik satu kali, 14 Maret mati listrik 11 kali, tanggal 15 Maret mati listrik empat kali dan tanggal 31 Maret mengalami tiga kali mati listrik," ujarnya.

Pada April 2016 ini juga sudah merasakan mati listrik. Bulan-bulan sebelumnya, menurut dia juga selalu terjadi mati listrik.

Lebih lanjut Heru menyatakan mati listrik telah menyebabkan terjadinya kesulitan dalam menangani pasien. "Buat kami, mati listrik membuat pasien kelabakan, karena banyak peralatan medis yang harus menggunakan listrik seperti inkubator untuk bayi, monitor jantung untuk pasien jantung, ventilator untuk pasien kritis dan sebagainya. Belum lagi untuk dukungan administrasi dan operasional lainnya yang juga terganggu," keluh Heru.

Mati listrik, tambahnya, memang bisa diatasi dengan penggunaan genset. Namun, imbuhnya, untuk operasional genset memerlukan solar sebanyak 850 liter per jam. "Pemborosan dan pemborosan," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya