Taman Safari Bantah Bius Anak Singa untuk Berfoto dengan Pengunjung

Dede Susianti
06/4/2016 21:00
Taman Safari Bantah Bius Anak Singa untuk Berfoto dengan Pengunjung
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

DUGAAN penggunaan obat bius pada singa di kawasan Baby Zoo, Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, tiba-tiba muncul di media sosial dan cukup menghebohkan, khususnya bagi para pengguna jejaring pertemanan Facebook.

Sebuah video berdurasi 57 detik diunggah ke Facebook oleh akun Scorpion Wildlife Trade Monitoring, pada 5 April, pukul 15.28 WIB. Dalam keterangan video itu tertulis 'This place is Taman Safari Indonesia, Bogor: Sleepy lion being forced to get up to take pictures with visitors. The lion is looking drugged? Shame on You Taman Safari Indonesia'.

Atau dalam Bahasa Indonesia, 'Singa yang sedang mengantuk dipaksa bangun untuk berfoto bersama pengunjung. Singa ini terlihat seperti dibius? Memalukan'.

Hingga Rabu (6/4) petang atau sekitar pukul 19.00 WIB, video itu telah dilihat lebih dari 475 ribu kali. Video itu juga mendapatkan komentar lebih dari 1.800 kali.

Menanggapi hal itu, pihak TSI langsung mengeluarkan bantahan. Kepada Media Indonesia, TSI melalui humasnya Yulius Suprihardo mengatakan, pihaknya membantah telah membius singa di Baby Zoo untuk berfoto dengan pengunjung.

"Ada beberapa statement kami, TSI. Mohon disampaikan," kata Yulius melalui hubungan telepon selulernya, Rabu sore.

Pertama, kata Yulius, TSI sebagai lembaga konservasi eks-situ yang telah berhasil dalam pengembangbiakkan berbagai jenis satwa langka, khususnya satwa langka endemik Indonesia, tidak pernah melakukan pembiusan terhadap satwa satwa yang ada di Baby Zoo.

"Kedua, perlu kami jelaskan, bahwa singa yang untuk berfoto adalah singa yang tidak diasuh oleh induknya, dan dirawat oleh zoo keeper di nursery room," katanya.

Berikutnya, mengenai kondisi hewan dalam tayangan video tersebut yang terlihat anak singa yang terkulai lemas, menurutnya, saat itu anak singa tersebut sedang tidur. "Anak singa tersebut mempunyai jam tidur lebih dari 12 jam per hari. Singa yang ada di Baby Zoo tersebut dalam kondisi tidur dan bukan dibius sebagaimana dituduhkan," jelasnya.

TSI, lanjutnya, tidak pernah memaksakan singa tersebut untuk melakukan hal-hal di luar kemampuannya. Dan singa tersebut mempunyai jam istirahat, serta tidak terus menerus digunakan untuk berfoto.

Dia pun menjelaskan perihal alat yang digunakan oleh keeper (pawang) seperti yang terlihat dalam tayangan. Menurutnya, alat yang digunakan oleh keeper merupakan alat untuk menarik perhatian satwa tersebut. "TSI menjunjung tinggi ethic and animal welfare," pungkasnya. (DD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya