Pendidikan Agama di Aceh bukan untuk Ajak Masuk Islam

Ferdian Ananda Majni
05/4/2016 18:35
Pendidikan Agama di Aceh bukan untuk Ajak Masuk Islam
(ANTARA)

KEPALA Dinas Syariat Islam Aceh, Prof Syahrizal Abbas, menilai polemik Pendidikan Agama di Aceh Singkil bukan sebuah bentuk diskriminasi pendidikan di Aceh, karena tujuannya hanya muatan lokal dan tidak mengubah keyakinan siswa nonmuslim.

Kepada Media Indonesia, Selasa (5/4), Syahrizal mengatakan pada dasarnya dari kurikulum memang ada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Sebagai bentuk keilmuan, sebetulnya tidak masalah bagi siswa nonmuslim mengikuti mata pelajaran tersebut.

"Mereka kan tidak berubah keyakinan dalam konteks itu. Jadi, siswa itu hanya belajar, bahkan kampus-kampus di Aceh ada mata kuliah kearifan lokal. Hal yang sama, misal di Fakultas Hukum di Unsyiah atau Universitas Indonesia, ada mata kuliah Hukum Islam, mahasiswanya tidak hanya muslim, semua harus harus mengikutinya karena itu beban dari bagian SKS (satuan kredit semester). Ini sama juga yang terjadi di Aceh singkil," katanya.

Sementara itu, terkait siswa yang tidak mendapatkan pendidikan agama sesuai keyakinan masing-masing, Syahrizal menjelaskan bahwa hal itu disebabkan kurikulum pendidikan di Aceh tidak merumuskan khusus untuk siswa nonmuslim. Bahkan, sekiranya ada kurikulum nonmuslim pun tidak ada masalah.

"Namun, permasalahannya kan pendidikan di Aceh tidak dirumuskan kurikulum khusus untuk nonmuslim. Jika pun ada nantinya, itu tidak akan menjadi masalah. Semua kebijakan itu tergantung dari Pemkab sendiri," lanjutnya.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini juga memandang itu sebagai hal yang wajar jika kurikulum Pendidikan Agama Islam di Aceh diikuti oleh semua kalangan pelajar. Ia menegaskan, tidak ada bentuk diskriminasi jika peraturan ini terus dijalankan di Aceh.

"Hal biasa dan diikuti oleh semua orang, jadi saya menilai ini bukan bagian dari diskriminasi tapi bagian dari proses pembelajaran. Apakah dengan belajar pendidikan agama Islam dia harus masuk Islam, itu kan tidak. Jadi itu hanya muatan lokal," pungkasnya. (FD/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya